Menpora Erick menambahkan, setiap stakeholder olahraga memang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Namun jika terjadi perpecahan, dampaknya akan dirasakan langsung oleh atlet dan masyarakat.
“Kalau kita mau olahraga kita maju, ya kita tak boleh cari perbedaan. Semua ada tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Nanti kalau terpecah, yang menjadi korbannya atlet dan masyarakat,” ujar Erick.
Baca juga: NOC Dorong Atlet Suarakan Kebenaran, Siap Kawal Sampai Tuntas
Kemudian, Menpora Erick menyampaikan jika pemerintah saat ini terus mengeksplorasi berbagai kerja sama internasional untuk memperkuat sistem olahraga, maupun kepemudaan. Lebih lanjut, Menpora Erick menyoroti tentang program dan kegiatan olahraga yang harus sejalan.“Misalnya dengan Malaysia yaitu tentang dana pensiun untuk atlet. Lalu juga ada dengan Prancis berkaitan pengembangan kepemudaan dan olahraga,” jelas Erick.
Oleh karenanya, Menpora Erick menekankan pentingnya menyusun agenda olahraga nasional secara terstruktur, termasuk dalam menghadapi berbagai ajang internasional. Melalui koordinasi yang lebih kuat dan agenda yang terencana, Menpora Erick berharap ekosistem olahraga Indonesia dapat semakin solid dan mampu mendorong prestasi atlet di berbagai level kompetisi internasional.
“Kita harus menyusun agenda yang jelas, kapan PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade, supaya semua bisa berjalan dengan selaras. Olahraga kita harus menjadi duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan. Hal itu bisa berjalan jika kita kompak,” tutup Erick.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News