Sempat tercecer di posisi terakhir, Syabil Umar Basalamah tutup balapan di posisi terdepan. ist
Sempat tercecer di posisi terakhir, Syabil Umar Basalamah tutup balapan di posisi terdepan. ist

Kejurnas Gokart 2026

Syabil Umar Menangi Balapan Meski Sempat Tercecer di Posisi Buncit

Adri Prima • 19 Mei 2026 23:53
Ringkasnya gini..
  • Syabil Umar Basalamah (10 tahun) kembali menunjukkan kualitasnya saat menjalani final Mini Rok B Kejurnas Karting Eshark Rok Cup 2026 round 3.
  • Start dari urutan 8 dari total 21 peserta, Syabil sempat mengalami insiden dengan peserta lain hingga tercecer ke urutan terakhir.
  • Perlahan tapi pasti, ia terus merangsek ke depan dan menyalip satu per satu rivalnya, hingga akhirnya meraih podium juara 1.
Bogor: Pegokart Delta Garage Kart Racing, Syabil Umar Basalamah (10 tahun) kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pegokart kelas internasional saat menjalani final Mini Rok B Kejurnas Karting Eshark Rok Cup 2026 round 3 di Sentul International Karting Circuit (SIKC), Minggu, 17 Mei 2026. 
 
Start dari urutan 8 dari total 21 peserta, Syabil sempat mengalami insiden senggolan dengan peserta lain sesaat lepas start. Akibatnya, siswa SD kelas 4 sekolah international Green Montesorry Jakarta Selatan harus tercecer di urutan paling buncit. 
 
Namun di momen inilah Syabil menunjukkan jam terbangnya. Perlahan tapi pasti, ia terus merangsek ke depan dan menyalip satu per satu rivalnya, hingga akhirnya meraih podium juara 1.

Syabil Umar Menangi Balapan Meski Sempat Tercecer di Posisi Buncit

Fastest di seluruh sesi


Selain P1 di Final Mini Rok B, dan P3 di Final Mini Rok A, Syabil juga sukses mencetak fastest seluruh sesi, termasuk di sesi practice. Hingga akhirnya pemegang gelar juara IAME Asia Pacific di Macau tersebut mencetak Fastest of The Day Mini Rok Class pada Eshark Rok Cup 2026 putaran 3.
 
"Secara keseluruhan, kami puas. Tetapi untuk di Final A, rasanya bisa lebih bagus (P1) jika tidak terganggu sedikit kendala teknis di mesinnya," ungkap Riadi Purnama, tuner Syabil.
 
"Sedangkan Syabil, saya lihat semakin matang dalam mengemudikan gokartnya. Dan secara kelas, Syabil udah level Asia bahkan Eropa," lanjut Riadi Purnama.
 

Perubahan setingan gokart


Sementara itu, ayahanda Syabil Umar Basalamah mengaku ada perubahan settingan membuat Syabil ke-5 QTT.
 
"Padahal dari practice Syabil fastest terus. Start ke-5 finis p2 fastest lap, Pre final start P2 finish P2 fastest lagi. Final A start P2 finish P3. Mesin tiba-tiba pelan karena salah kita coba beberapa perubahan," terang Umar.
 
Di Final B, tim sepakat putuskan balikin set up practice, total 21 peserta, start P8 akhirnya Syabil finish P1 dan kembali fastest lap.
 
"Home circuit tetep special. Terima kasih DRM Motorsport yang set up, om Riadi Purnama bikin mesin kencang, om Dicky dan om Kiki mekanik Syabil dari kecil, sert om Zed manager Syabil di semua balapan Syabil di Asia dan Eropa," beber Syabil Umar Basalamah.
 
"Syabil pegokart potensial dan sangat berbakat. Tapi kalo mau maju dan profesional, harus stay dan balap di Eropa," ungkap Mohd Rohairijaz, team owner DRM Motorsport.
 
Hal yang menarik adalah sebelum start Final Mini Rok B, Syabil sudah percaya diri kalau ia akan memenangkan balapan.
 
Benar saja, ia menjadi satu-satunya peserta Mini Rok yang mampu mencatat fastest lap di seluruh sesi sepanjang akhir pekan kemarin.
 
Syabil Umar Menangi Balapan Meski Sempat Tercecer di Posisi Buncit
Syabil Umar Basalamah (P1). ist
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan