Terakhir kali Indonesia menjadi saksi persaingan ratu golf Asia-Pasifik adalah pada 2009. Kini, pada 2026, kembalinya turnamen ini ke Tanah Air membawa misi yang lebih dalam: menjadi ajang penghormatan khusus bagi mendiang Her Majesty (H.M.) Queen Sirikit yang wafat tahun lalu. Kejuaraan ini menjadi momentum bagi komunitas golf internasional untuk mengenang dedikasi besar Sang Ratu Thailand terhadap olahraga ini.
Sebanyak 13 negara telah mengirimkan skuat terbaiknya, mulai dari Selandia Baru hingga Jepang, untuk bersaing di lapangan Sentul Highlands yang menantang. Dengan deretan pemain yang memiliki peringkat dunia mentereng, turnamen ini dipastikan menjadi panggung bagi para calon bintang masa depan untuk menunjukkan ketangkasannya.
Duta Besar Thailand untuk Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat, hadir memberikan sambutan yang menyentuh hati. Beliau menyampaikan bahwa edisi ke-46 ini adalah bentuk apresiasi atas cinta H.M. Queen Sirikit kepada dunia golf yang telah mempersatukan banyak bangsa.
"Turnamen tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam. Kita semua berkumpul tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk mengenang sosok H.M. Queen Sirikit yang baru saja meninggalkan kita. Visi beliau dalam mempererat persahabatan antarnegara melalui golf akan terus hidup di lapangan ini," ujar H.E. Mr. Prapan Disyatat.
Sekretaris Jendral PBPGI, Suharsono, juga mengungkapkan rasa bangganya atas kembalinya ajang ini ke Indonesia. Menurutnya, setelah 17 tahun, Indonesia siap menyuguhkan standar penyelenggaraan yang lebih tinggi bagi dunia internasional.
"Ini adalah momen yang sangat kami tunggu. Setelah 17 tahun, Queen Sirikit Cup kembali ke rumah kita. Kehormatan ini bertepatan dengan penghormatan bagi mendiang Ratu Thailand, yang menjadikan setiap pukulan di lapangan ini memiliki makna lebih dari sekadar skor," ungkap Suharsono dalam pidatonya.
Suharsono berharap tim nasional putri Indonesia bisa memberikan kado terindah dengan prestasi maksimal di rumah sendiri. Ia yakin atmosfir emosional tahun ini akan memicu semangat juang yang lebih tinggi bagi para srikandi Indonesia.
Sentul Highlands Golf Club selaku venue penyelenggaraan juga telah melakukan berbagai persiapan matang untuk memastikan lapangan dalam kondisi prima. Laurie Kumala, President Director Sentul Highlands Golf Club, menegaskan komitmennya untuk memberikan pengalaman bertanding yang tak terlupakan.
"Sentul Highlands bukan sekadar lapangan golf. Ini adalah perpaduan keindahan alam pegunungan Bogor dengan standar fasilitas kelas dunia. Kami berkomitmen menjadikan Sentul Highlands sebagai venue yang diakui di tingkat internasional. Kepercayaan APGC dan The R&A untuk menyelenggarakan Queen Sirikit Cup ke-46 di sini adalah pengakuan nyata atas kualitas venue kami," jelas Laurie Kumala.
Chairman The 46th Queen Sirikit Cup, Netty Hariadi, memastikan seluruh persiapan teknis telah mencapai level sempurna. Mengingat besarnya makna turnamen tahun ini, kenyamanan dan sportivitas bagi 13 negara peserta menjadi prioritas utama panitia.
"Kami menyambut kehadiran para atlet terbaik Asia-Pasifik dengan rasa hormat yang tinggi. Kami ingin memastikan edisi ke-46 ini menjadi yang paling berkesan, baik dari segi teknis pertandingan maupun sebagai bentuk penghormatan bagi sejarah panjang turnamen ini," jelas Netty Hariadi.
Netty juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang memungkinkan Indonesia Kembali menjadi tuan rumah setelah hampir dua dekade. Sinergi antara PGI, pemerintah, dan sponsor menjadi kunci suksesnya upacara pembukaan hari ini.
Persaingan akan berlangsung ketat selama empat hari ke depan dengan format stroke play beregu. Kondisi lapangan Sentul Highlands yang hijau dan asri kini siap menjadi saksi siapa yang akan meneruskan tongkat estafet prestasi di kancah amatir putri.
Bagi pecinta golf Tanah Air, ajang ini bukan sekadar menonton pertandingan, melainkan kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah besar kembalinya salah satu turnamen tertua di Asia ke Indonesia.
Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk membakar semangat para atlet nasional agar mampu bersaing dengan dominasi negara-negara kuat seperti Korea dan Jepang.
Kemenangan Stylish Jaravee Boonchant di Indonesia Women’s Open
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News