Kelly Tandiono. (Foto: Tesar/Medcom.id)
Kelly Tandiono. (Foto: Tesar/Medcom.id)

Kisah Kelly Tandiono sebagai Pesaing Susi Susanti

Olahraga sportainment
Kautsar Halim • 03 Oktober 2018 14:23
Pandeglang: Kelly Tandiono menceritakan pengalamannya ketika terlibat dalam pembuatan film Susi Susanti-Love All. Dalam film tersebut, Kelly berperan sebagai Sarwendah Kusumawardhani.
 
Tidak mudah bagi Kelly untuk menjadi Sarwendah yang merupakan salah satu legenda bulu tangkis Indonesia. Terlebih lagi, latar belakang dia adalah seorang atlet triathlon.
 
Klik:Debut LeBron di Kandang Lakers Dinodai Kekalahan
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agar bisa menjiwai perannya, Kelly harus riset dan fokus belajar bulu tangkis dengan konsisten selama tiga bulan. Selain itu, Kelly juga harus memahami sudut pengambilan gambar yang belum ditemui sebelumnya.
 
"Agak susah persiapannya. Walaupun saya atlet triathlon, tapi tetap harus beradaptasi lagi. Selain itu, sudut pengambilan gambar di bulu tangkis itu lebih susah ketimbang triathlon," kata Kelly usai mengikuti kejuaraan Rhino Cross Triathlon di Tanjung Lesung, Pandeglang, Minggu (30/9/2018).
 
Klik:Sinyal Bahaya dari Houston Rockets
 
Kelly melanjutkan, syuting film Susi Susanti-Love All masih terus dilakukan hingga kini dan baru akan selesai sekitar sebulan lagi. Selama berjuang menjiwai peran, dia juga dibantu Sarwendah asli dan suaminya.
 
"Selain riset, saya juga sering ketemu Sarwenda. Dia dan suaminya ikut mengajarkan bagaimana memerankan tokoh itu. Saya dikasih tahu bagaimana logatnya dan dibebaskan untuk berakting," ujar Kelly.
 
"Kemudian, Sarwendah juga tampak senang ketika ada orang yang memerankan dirinya," tambah wanita berusia 31 tahun tersebut.
 
Selebrasi finis Kelly Tandiono di ajang Rhino Cross Triathlon. (Foto: Tesar/Medcom.id)
Kisah Kelly Tandiono sebagai Pesaing Susi Susanti
 
Bulu tangkis mungkin hal baru bagi Kelly. Namun, wanita berdarah Tiongkok ini sudah tidak asing lagi dengan dunia olahraga. Buktinya, dia aktif mengikuti event triathlon dan bisa finis ketiga di ajang Rhino Cross Triathlon yang merupakan event internasional.
 
Film Susi Susanti-Love All menceritakan perjuangan Susi Susanti saat berjuang menjadi pebulu tangkis tunggal putri paling sukses di Indonesia. Menurut pemberitaan sebelumnya, kesuksesan itu bisa muncul karena berbagai rasa cinta yang mengelilingi Susi.
 
Tokoh Sarwendah dilibatkan karena dia merupakan salah satu pesaing Susi pada era 1990-an. Berbagai prestasi internasional pernah diraih, namun dia lebih sering menjadi runner up. Sebelum kemunculan Susi, Sarwendah adalah pebulu tangkis tunggal putri terbaik Indonesia.
 

 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif