?Tour de Singkarak 2018

Jay Dutton Menang Etape 7, Polivoda Dominasi Gelar Raja Tanjakan dan Sprint

Kautsar Halim 10 November 2018 21:20 WIB
tour de singkarak
Jay Dutton Menang Etape 7, Polivoda Dominasi Gelar Raja Tanjakan dan Sprint
Seremoni penyerahan hadiah etape 7 Tour de Singkarak 2018. (Foto: Humas TdS)
Solok Selatan: Pembalap Australia, Jay Dutton, sukses menjadi pembalap  tercepat pada etape 7 Tour de Singkarak 2018, Sabtu 10 November. Rute dari Padang Panjang hingga Solok Selatan mampu dia selesaikan dengan catatan waktu 5 jam 6 menit dan 21 detik.

Di belakang Dutton, ada Oleksandr Polivoda yang finis dengan catatan waktu sama. Pembalap tim Ningxia Sports Lottery - Livall Cycling itu harus terima berada di urutan dua karena sedikit kalah cepat saat melintasi garis finis.      

Perbedaan waktu cukup mentereng baru terjadi ketika Thanakhan Chaiyasombat dari tim Thailand Continental Cycling memastikan diri finis ketiga. Sebab, dia berselisih hingga 1 menit 22 detik dengan Dutton.


Jesse Ewart yang tergabung dengan tim Sapura Cycling belum terbendung sebagai pemilik yellow jersey yang menjadi gelar palng bergengsi. Meski finis keenam pada etape 7, namun catatan waktu total sejak etape pertama masih lebh cepat ketimbang pembalap lain.


Suasana balapan etape 7 TdS 2018. (Foto: Medcom.id/Zam)

Terkini, catatan waktu Ewart mencapai 27 jam 39 menit dan 32 detik. Dia masih berselisih 20 detik dengan Nikodemus Holler asal Jerman yang baru saja naik ke urutan dua klasemen sementara yellow jersey.

Pencapaian Polivoda pada etape 7 berhasil mematahkan semangat para pembalap lain di tangga klasemen sementara green jersey (raja sprint) dan Polka-dot jersey (raja tanjakan). Sebab, pembalap asal Ukraina itu langsung memuncaki klasemen dengan selisih poin yang cukup jauh.

Baca: Disingkirkan Wakil Tuan Rumah, Ahsan/Hendra Gagal Bikin All-Indonesian Final

Usai etape 7, Polivoda memiliki 60 poin di klasemen sementara green jersey. Ewart yang menjadi pesaing terdekatnya dia tinggalkan dengan selisih 25 poin. 

Kemudian, 67 poin milik Polivoda di kelas polka-dot jersey juga sukses menyalip Marcelo Felipe dan Jonel Carcueva yang menjadi rival terdekatnya. Felipe baru memiliki 43 poin, sedangkan Carcueva 42 poin.

Muhammad Abdurrohman yang menyandang jersey Merah Putih (pembalap Indonesia terbaik) sebanyak enam etape akhirnya lengser juga. Tapi, jersey itu jatuh ke tangan Abdul Soleh yang merupakan rekan setimnya di KFC Cycling. 

Klasemen sementara kategori beregu umum juga terjadi sedikit perubahan. Bike Aid (Jerman) yang sebelumnya berada di puncak malah disalip Tim Thailand Continental Cycling. Sementara itu, KFC yang berada di urutan tiga tetap berstatus sebagai tim Tanah Air terbaik.

Etape 7 memiliki rute terpanjang kedua di TdS 2018. Setelah start di Kompi Markas, Padang Panjang, 82 peserta yang tersisa langsung diajak beradu sprint di pinggir Danau Singkarak. Keindahan alam dan cuaca sejuk di sana diyakini bisa sedikit menyegarkan stamina.

Sayangnya, setelah itu mereka langsung dihadapkan dengan dua titik tanjakan kategori Hors di wilayah Batu Dalam dan Lubuk Selasih. Jika berhasil melewatinya, dua titik sprint di Surian dan Batu Labuh sudah menunggu sebelum finis di depan Kantor Bupati Solok Selatan.





(KAU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id