Selebrasi Son Heung Min usai membobol gawang Jerman di Piala Dunia 2018 (Foto: Benjamin CREMEL / AFP)
Selebrasi Son Heung Min usai membobol gawang Jerman di Piala Dunia 2018 (Foto: Benjamin CREMEL / AFP)

Son Heung Min: Antara Wamil, Spurs dan Emas Asian Games

Olahraga asian games 2018 LombaGapuraAG Semarak Asia
Gregorius Gelino • 15 Agustus 2018 00:53
Jakarta: Korea Selatan dikenal sebagai negara maju dengan teknologi hebatnya. Namun negara tetangga Korea Utara masih ini mewajibkan rakyatnya mengikuti wajib militer (wamil).
 
Wamil Korsel biasanya berlangsung selama 21-24 bulan dan diwajibkan bagi warga negara berjenis kelamin pria sebelum genap berusia 28 tahun yang sehat secara jasmani, termasuk atlet.
 
Meski demikian, ada pengecualian bagi atlet yang dinilai berhasil mengharumkan nama negara atau mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Salah satunya adalah mantan gelandang Manchester United, Park Ji Sung.

Baca:Lilipaly: Palestina Tim Terbaik, tapi Indonesia Bisa Kalahkan Mereka!


Ia sempat terancam gagal pindah ke PSV Eindhoven karena diharuskan menjalani wamil, namun Ji Sung berhasil menghindari kewajibannya karena mencapai target tinggi dalam Piala Dunia 2002 yang digelar di Korsel dan Jepang. Kala itu, Taeguk Warriors yang dilatih Guus Hiddink di luar dugaan mampu mencapai babak semifinal dan para pemainnya dibebaskan dari wamil.

Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wamil Korsel dinilai menghambat perkembangan karier seseorang, terutama bagi atlet, yang sedang berada di masa kejayaan mereka. Masa kejayaan atlet terhitung singkat, ditambah lagi jika mereka mengalami cedera parah yang bisa menurunkan performa dan tingkat kebugaran fisik mereka selama wamil berlangsung.
 
Dilema inilah yang saat ini dirasakan oleh penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung Min. Untuk terbebas dari wamil, mantan pemain Hamburg SV dan Bayer Leverkusen itu diwajibkan meraih medali emas dalam ajang Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang.
 
Son memiliki tenggat waktu hingga 2020 atau sebelum dirinya berusia 28 tahun untuk mengikuti wamil. Jika gagal membawa Korsel meraih emas di Asian Games 2018, praktis Son harus mengikuti wamil. Kecuali, ia memilih pindah kewarganegaraan.

Baca juga:Asian Games: Timnas Handball Putri Indonesia Taklukkan Malaysia di Laga Perdana


Ini tentu menjadi kerugian buat Spurs yang mana Son masih terikat kontrak hingga 2023. Andaikata Son harus mengikuti wamil mulai 2020, Spurs tidak bisa menggunakan jasanya, setidaknya selama dua tahun. Padahal, diketahui Son merupakan salah satu pemain kunci Spurs di bawah asuhan Mauricio Pochettino.
 
Meski mendapat kritik dari dalam dan luar negeri, pemerintah Korsel tetap teguh pada pendiriannya untuk mewajibkan pelatihan militer. Ini akan menjadi pukulan bagi bakat-bakat terbaik Korsel seperti Son yang kemungkinan gagal memenuhi potensinya karena harus mengikuti wamil.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Persiapan Duet Andalan Indonesia di Sektor Pencak Silat Sudah 85 Persen


 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif