Pasangan Indonesia 1 tampil sebagai tim tercepat sejak babak kualifikasi. Nursamsa dan Sallsabillah kemudian mencatatkan waktu 11,35 detik pada final untuk mengamankan posisi teratas.
Tim Tiongkok 2 yang diperkuat Zhang Mengli dan Zhou Ziyu harus puas dengan medali perak. Mereka mencatatkan waktu 14,85 detik setelah Zhou melakukan kesalahan pada awal pendakian kedua.
Hasil tersebut melengkapi koleksi dua medali emas Indonesia di Guiyang. Sebelumnya, Antasyafi Robby Al Hilmi mempersembahkan emas pertama dari nomor Speed individu putra pada malam pembukaan kompetisi.
Raharjati dan Sallsabillah Bersyukur Setelah Raih Medali Emas
Raharjati Nursamsa mengaku senang dan bersyukur atas keberhasilan meraih medali emas di Guiyang. Ia mempersembahkan prestasi tersebut untuk masyarakat Indonesia.
"Saya sangat senang dan bersyukur. Medali emas ini untuk seluruh masyarakat Indonesia," kata Nursamsa, dikutip dari laman resmi World Climbing.
Rajiah Sallsabillah juga menyambut hasil tersebut dengan gembira. Pasalnya, mereka sebelumnya gagal meraih podium pada ajang empat jalur di Krakow, Polandia.
"Kami finis di posisi keempat di Krakow dan medali emas ini terasa sangat luar biasa. Kami akan berusaha meraih emas lagi pekan depan di Chongqing!" ujar Sallsabillah, dikutip dari laman resmi World Climbing.
Watson dan Hunt Amankan Podium Ketiga
Pada perebutan tempat ketiga, tim Amerika Serikat 1 yang diperkuat Samuel Watson dan Emma Hunt meraih medali perunggu. Mereka mengalahkan wakil Prancis, Jérome Morel dan Capucine Viglione.
Watson dan Hunt mencatatkan waktu 11,85 detik untuk mengamankan posisi ketiga. Sementara itu, tim Prancis 1 finis di peringkat keempat dengan catatan waktu 13,40 detik.
(Ahmad Raul)