Zverev mengalahkan Shelton dalam empat set dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, dan 6-2. Kemenangan tersebut menjadi gelar Grand Slam keduanya setelah sebelumnya menjuarai French Open pada Juni 2026.
Zverev Manfaatkan Kesalahan Shelton di Final
Petenis asal Jerman itu tampil konsisten sepanjang pertandingan dengan memenangi 85 persen poin dari servis pertama dan mencatatkan 35 winner. Meski kehilangan set ketiga, Zverev mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan.
Sementara itu, Shelton kesulitan mengimbangi permainan Zverev setelah melakukan 47 unforced error. Petenis asal Amerika Serikat tersebut sebenarnya mampu mencatatkan 35 winner, sama seperti Zverev, tetapi jumlah kesalahan sendiri membuatnya kehilangan momentum.
Kekalahan Shelton juga memperpanjang penantian Amerika Serikat untuk meraih gelar Grand Slam tunggal putra. Petenis AS terakhir yang menjuarai Grand Slam di nomor tersebut adalah Andy Roddick saat menjadi juara US Open 2003.
Zverev Raih Dua Gelar Grand Slam di 2026
Gelar US Open melengkapi pencapaian Zverev pada musim 2026. Ia sebelumnya meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah menjuarai French Open pada Juni lalu.
Dengan dua gelar Grand Slam dalam satu musim, Zverev kini tidak lagi menyandang status sebagai salah satu petenis terbaik yang belum pernah memenangi turnamen major.
Petenis berusia 29 tahun itu sebelumnya gagal meraih gelar Grand Slam setelah kalah dari Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner di sejumlah pertandingan penting, termasuk final US Open 2020.
(Ahmad Raul)