Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Persebaya, @officialpersebaya, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dalam unggahan itu, Persebaya mengajak masyarakat dan suporter untuk ikut membantu warga yang terdampak karhutla dengan menyumbangkan masker serta obat tetes mata.
Donasi ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami dampak akibat kebakaran hutan dan lahan.
Donasi Dibuka di Stadion Gelora Bung Tomo
Berdasarkan informasi dalam unggahan tersebut, masyarakat dapat menyerahkan donasi dalam bentuk masker dan obat tetes mata, baik dalam bentuk kotak maupun kemasan.Lokasi pengumpulan bantuan berada di Gate 3, Gate 17, dan Lobby VIP Stadion Gelora Bung Tomo. Pengumpulan donasi dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, bertepatan dengan hari pertandingan Persebaya melawan PSS.
Persebaya menyampaikan bahwa masker dan obat tetes mata yang disumbangkan akan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan.
Aksi ini juga menjadi kesempatan bagi suporter yang datang ke stadion untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial di luar dukungan terhadap tim kesayangan mereka.
Ajak Suporter Berpartisipasi dalam Aksi Kemanusiaan
Melalui kampanye bertajuk “Satu Masker, Sejuta Kepedulian!”, Perseboh aya mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak karhutla.Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Paparan asap juga dapat memicu iritasi mata dan gangguan pernapasan, sehingga perlindungan yang sesuai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi warga di wilayah terdampak.
Melalui donasi ini, Persebaya dan BRT mengajak suporter untuk tidak hanya memberikan dukungan di lapangan, tetapi juga mengambil bagian dalam aksi solidaritas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, donasi dapat diserahkan langsung di titik pengumpulan yang telah diumumkan. Informasi lebih lanjut dapat dipantau melalui akun Instagram resmi Persebaya, @officialpersebaya.
Aksi donasi tersebut menjadi bagian dari semangat kepedulian sosial yang dapat tumbuh melalui komunitas sepak bola, dengan mengajak suporter dan masyarakat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Titik Panas Karhutla di Indonesia Masih Perlu Diwaspadai
Pada 10 Oktober 2026, jumlah titik panas atau hotspot karhutla di Indonesia tercatat sebanyak 387 titik hingga 8 Oktober 2026. Angka tersebut turun 789 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.176 titik.Meski mengalami penurunan, kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai. Sumatera Selatan mencatat 130 titik panas, sedangkan Kalimantan Tengah mencatat 86 titik berdasarkan pemantauan dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengikuti informasi kualitas udara dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk.
(Ellen Octovia Suherman)