Suyasri dan Moore mencatatkan total skor 180 pukulan dalam tiga putaran. Mereka unggul satu pukulan atas pasangan Gabriele De Barba (Italia) dan Andree Harahap (amatir) yang finis di posisi kedua dengan skor 181.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi keberhasilan keempat bagi Suyasri dalam kategori beregu di ajang Asian Development Tour (ADT) yang digelar di Gunung Geulis.
“Saya sangat senang. Luke adalah seorang pemain yang sangat menakjubkan. Dia sangat memahami kondisi lapangan Gunung Geulis ini. Kami menjadi tim yang sangat baik. Kami memiliki tiga hari yang sangat menyenangkan,” ujar Suyasri.
Persaingan kategori beregu berlangsung ketat sejak putaran pertama. Pasangan Kosuke Hamamoto (Thailand) dan Alwin Ciputra (amatir) menempati posisi ketiga dengan skor 182, sama dengan duet Jazz Janewattananond (Thailand) dan Matthew Wanandi (amatir) yang berada di peringkat keempat.
Sementara itu, Michael Ortolani (Italia) dan Maureen Shavelle Yose (amatir) melengkapi lima besar dengan total skor 183.
Format Pro-Am Jadi Daya Tarik
President Director Combiphar, Michael Wanandi, mengatakan penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman kompetisi yang berbeda bagi pegolf profesional maupun amatir.Setelah menggelar turnamen ADT di Gunung Geulis sejak 2016, penyelenggara mulai menggunakan format Pro-Am pada 2023. Format tersebut memadukan kompetisi individual dengan kategori beregu.
“Selain menampilkan nomor individual, turnamen ini pun mengedepankan kategori beregu (pro-am), yang ternyata disukai para amatir kita,” kata Michael.
Menurutnya, kolaborasi dengan Gunung Geulis Country Club menjadi bagian penting dalam menghadirkan atmosfer kompetisi yang berbeda sekaligus memberikan ruang bagi pegolf nasional untuk berkembang.
President Director Gunung Geulis Country Club, Agung Budiman, juga menilai ajang tersebut memberikan kesempatan bagi pegolf Indonesia untuk menguji kemampuan menghadapi pemain dari berbagai negara.
“The Indonesia Pro-Am memberikan platform bagi para pegolf nasional kita untuk grow the game,” ujar Agung.
Tiga pegolf Indonesia, yakni Kevin C. Akbar, Peter Gunawan, dan Amadeus Susanto, mampu bersaing hingga putaran akhir.
Xu Andi Rebut Gelar Individual
Pada kategori individual, pegolf asal China Xu Andi tampil sebagai juara setelah mengumpulkan total 195 pukulan atau 18 di bawah par.Xu yang berusia 24 tahun mengawali putaran final dari posisi teratas dan mampu mempertahankannya hingga menyelesaikan 18 hole. Ia mengungguli Darcy Brereton dari Australia yang finis dengan skor 196 atau 17 di bawah par.
Xu sempat mendapat tekanan setelah melakukan bogey di hole ke-14. Namun, ia mampu bangkit dengan birdie di hole ke-15 dan menutup pertandingan dengan tiga birdie beruntun di tiga hole terakhir.
“Saya tidak melihat papan skor sampai hole ke-15, saat ada papan leaderboard di samping green,” kata Xu.
Setelah mengetahui dirinya hanya unggul tipis, Xu memilih menjaga fokus dan tidak terlalu memikirkan posisi di leaderboard.
“Lakukan saja putt yang bagus. Ini sama seperti semua putt yang Anda latih. Jangan pikirkan skornya,” ujarnya.
Gelar tersebut menjadi trofi profesional pertama Xu setelah menyelesaikan masa kuliahnya pada 2024. Ia kini menjalani musim pertamanya di Asian Tour dan Asian Development Tour.
“Rasanya luar biasa. Sejujurnya, sudah lama sekali saya tidak merasakan hal seperti ini. Kemenangan turnamen terakhir saya terjadi saat kuliah, dan bisa menang di panggung profesional seperti ini sangat berarti bagi saya,” tutur Xu.
Kevin C. Akbar Finis T6
Pegolf Indonesia Kevin C. Akbar menjadi wakil tuan rumah dengan hasil terbaik. Kevin menempati posisi T6 setelah membukukan total skor 202 pukulan atau 11 di bawah par.Kevin mencatatkan skor 65 pada putaran pertama, 67 pada putaran kedua, dan 70 pada putaran final.
Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik Kevin di ajang The Indonesia Pro-Am. Sebelumnya, ia berhasil menjadi juara pada edisi 2023.
Penyelenggara berharap turnamen ini dapat terus menjadi wadah bagi pegolf Indonesia untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan bersaing di level internasional.
Managing Director Nomura Singapore Limited, Hirosumi Sekita, menilai perkembangan turnamen dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren positif, baik dari sisi peserta maupun prestasi yang diraih.
“Penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am dalam empat tahun terakhir menunjukkan kemajuan positif dari para peserta maupun hasil yang diukir para pemain,” kata Sekita.
Hasil Akhir The Indonesia Pro-Am 2026
Kategori IndividualXu Andi (CHI) — 195 (-18)
Darcy Brereton (AUS) — 196 (-17)
Minhyeok Yang (KOR) — 198 (-15)
Michele Ortolani (ITA) — 199 (-14)
Khavish Varadan (MAS) — 200 (-13)
Roberto Lebrija (MEX) — 202 (-11)
Kevin C. Akbar (INA) — 202 (-11)
Kategori Beregu (Pro-Am)
Parathakorn Suyasri (THA)/Luke Evan Moore — 180
Gabriele De Barba (ITA)/Andree Harahap — 181
Kosuke Hamamoto (THA)/Alwin Ciputra — 182
Jazz Janewattananond (THA)/Matthew Wanandi — 182
Michael Ortolani (ITA)/Maureen Shavelle Yose — 183
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda