Zainuddin Amali (MI/SUSANTO)
Zainuddin Amali (MI/SUSANTO)

Profil Menpora Zainuddin Amali

Olahraga kemenpora
Riyan Ferdianto • 24 Oktober 2019 06:19
Jakarta: Zainuddin Amali dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober. Ia diminta mengurusi bidang olahraga dan kepemudaan dalam Kabinet Presiden Jokowi periode 2019-2024. Zainuddin resmi ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olah raga.
 
Zainudin adalah politikus kelahiran Gorontalo, 16 Maret 1962. Dia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur periode 2013-2018.
 
Zainudin Amali menyelesaikan SD-nya di SDN Bagu, Gorontalo, sedangkan pendidikan SMP dan SMA-nya di Manado. Sementara kuliahnya, ia tamatkan di STIE Swadaya Jakarta. Dia resmi menggondol gelar sarjana ekonomi pada usia 30 tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak menjadi mahasiswa, Zainudin Amali aktif di berbagai organisasi. Ia menjadi Ketua Bakornas Lembaga Pers Mahasiswa Islam pada 1986-1987, ketua senat mahasiswa STIE Swadaya tahun 1988-1990, dan ketua umum DPP Gema Kosgoro.
 
Setelah itu, Zainuddin menjabat Wasekjen DPP REI, Wasekjen PP AMPG, Wakil Sekertaris Partai Golkar, Ketua DPP AMPI. Selain aktif di berbagai organisasi, Zainudin Amali juga dikenal sebagai seorang pengusaha.
 
Sementara karier politiknya mulai dari anggota DPR dari Golkar tiga kali berturut dengan daerah pemilihan (Dapil) yang berbeda. Dia menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dapil Provinsi Gorontalo, 2009-2014 mewakili Jawa Timur, dan 2014-2019 Dapil Madura.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri sebagai Plt Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Imam Nahrawi. Imam telah mengundurkan diri setelah ditetapkan tersangka kasus korupsi.
 
KPK menetapkan Imam sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018. Imam dijerat bersama asisten pribadinya Miftahul Ulum.
 
Imam dan Miftahul diduga menerima Rp14,7 miliar. Imam juga disinyalir meminta uang Rp11,8 miliar selama 2016-2018. Total dugaan penerimaan Imam mencapai Rp26,5 miliar.
 
Uang itu diduga sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora TA 2018. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait.
 
Video: Ditahan Imbang Liverpool, MU Merosot ke Posisi 13
 


 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif