Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J Kono. (ANTARA/HO/NOC Indonesia)
Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J Kono. (ANTARA/HO/NOC Indonesia)

Jelang Olimpiade Tokyo

Gejala Flu Bikin KOI Tunda Keberangkatan Sebagian Atlet Indonesia ke Olimpiade

Kautsar Halim • 17 Juli 2021 15:10

 
Meski jadwal penerbangan berubah, Ferry memastikan tidak mempengaruhi keikutsertaan atlet-atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo. Sebab, rowing baru akan bertanding pada 24 Juli, sedangkan angkat besi pada 25 Juli. 
 
Peraturan wajib karantina tiga hari saat sampai di Jepang juga dinilai tak akan menjadi masalah karena para atlet masih punya cukup waktu sampai hari pertandingan tiba.

Dengan mundurnya jadwal keberangkatan tim rowing dan dua atlet dari angkat besi, maka rombongan yang terbang malam ini adalah 13 atlet serta 11 pelatih dan ofisial, yakni panahan (4 atlet), angkat besi (4), menembak (1), renang (2), dan surfing (1+1 atlet cadangan).
 
“Untuk atlet di luar karantina kami, yaitu surfing langsung berangkat dari Bali dan transit di Bandara Soekarno Hatta untuk bergabung dengan atlet-atlet lain. Setelah itu, baru berangkat bersama-sama maskapai komersial yang sama pada pukul 21.55 WIB menuju Tokyo,” kata Ferry.
 
Rombongan terakhir adalah tim atletik dan Sekjen KOI yang akan bertolak pada 24 Juli. Seluruh kontingen Indonesia yang berangkat sudah divaksinasi dan menjalani karantina dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan TOCOG. 
 
Bahkan, CdM dan KOI juga meningkatkan protokol kesehatan dengan tes swab PCR selama tujuh hari beruntun dengan hasil uji di hari ke-4 dan 30 jam sebelum keberangkatan wajib diserahkan ke pemerintah Jepang sebagai syarat wajib. (ANT)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan