Sean Terpengaruh Safety Car
Setelah itu, yang kedua, sadar bahwa dia akan kena penalti sebagai pembalap kelas Silver dan membalap sendirian, Sean mesti membuka jarak sedari awal. Dan dia pun melakukannya dengan sangat terukur.Sean terus ada di P1 sampai beberapa lap awal dan membuka jarak waktu dengan para pembalap kelas Silver dan kelas-kelas lain secara signifikan. Di mana selisih waktu tersebut cukup untuk masuk pit, menjalankan waktu minimal pit stop plus penalti (110 detik + keluar-masuk mobil), dan lalu keluar pit untuk tetap berada di P1.
Sayangnya, kecelakaan yang melibatkan Hiroaki Nagai dan Brian Lee membuat lomba dinetralisir dengan pemberlakuan Full Course Yellow dan kemudian Safety Car. Dua momen ini menjadikan selisih waktu signifikan yang telah dibuat Sean hilang karena jarak antar-mobil kembali merapat.
Baca juga: Latihan Berjalan Positif, Peluang Sean Gelael Menang di Mandalika Terbuka
Dan itu berdampak pada posisi lomba Sean kemudian. Pit stop dan penaltinya berjalan mulus, tapi setelah itu posisi lomba Sean turun menjadi ke P6.Walau begitu Sean tetap berjuang keras untuk tetap meraih podium. Dari P6 dia perlahan naik hingga berhasil finis di P3. Sebuah pencapaian yang sangat baik mengingat semua peristiwa yang terjadi, dari yang menguntungkan lalu menjadi merugikan, dan kemudian dia bisa comeback kembali di posisi podium.
"Menjadi pembalap solo memang penuh risiko, tapi kami sudah membuat kalkulasi matang untuk jadi yang terbaik. Safety Car memang mengubah segalanya, tapi itulah balapan. Besok kami mencoba lebih baik," kata Sean seusai lomba.
Walau secara overall Race 1 Sean finis di P3, namun di kelas Silver dia terklasifikasi finis di P2. Race 1 dimenangi oleh pasangan China, Cheng Chongfu/Yu Kuai yang mengendarai Audi untuk tim Audi Sport Team Phantom. Pada Race 2 hari Minggu, 3 Mei, Sean start dari P6.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News