Pelari Britania Raya, CJ Ujah positif doping. AFP/Javier SORIANO
Pelari Britania Raya, CJ Ujah positif doping. AFP/Javier SORIANO

Gara-gara Kasus Doping, Britania Raya Terancam Kehilangan Medali Perak Olimpiade Tokyo

Olahraga atletik Olimpiade 2020 Olimpiade Tokyo 2021
Adri Prima • 16 September 2021 15:47
Jakarta: Britania Raya terancam kehilangan medali perak nomor lari estafet 4x100 meter yang mereka raih di Olimpiade Tokyo 2020 beberapa bulan lalu. Pasalnya, salah satu pelari mereka CJ Ujah diketahui positif doping
 
Ujah memberikan sampel pada 6 Agustus 2021 lalu, hari yang sama dia ambil bagian dalam final lari estafe 4x100 meter dengan torehan medali perak untuk tim Britania Raya. Jika tim Britania Raya didiskualifikasi, Kanada berhak mengantongi medali perak dan Tiongkok naik ke posisi perunggu. 
 
"ITA (badan uji internasional) mengkonfirmasi, atas permintaan sang atlet, hasil analisa sampel B yang dilakukan di laboratorium bersertifikat WADA di Tokyo pada 19 Agustus 2021 mengonfirmasi hasil dari sampel A," ujar ITA dalam pernyataan resmi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karenanya, ITA kemudian mengajukan kasus ini ke Divisi Antidoping Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS ADD)," lanjut ITA. 
 
Sampel Ujah terbukti positif mengandung zat terlarang Ostarine dan S-23. Kedua zat itu biasa digunakan untuk memperbesar otot. 
 
ITA kemudian mengutip aturan Badan Antidoping Dunia yang berbunyi, "Jika atlet yang melanggar aturan antidoping bertanding sebagai anggota tim estafet, tim itu otomatis didiskualifikasi, dengan seluruh hasil, termasuk medali, poin, dan hadiah uang dibatalkan." 
 
Ujah telah diskors setelah hasil sampel A yang membuktikan dia menggunakan doping. Pada 14 Agustus lalu, Ujah mengaku sangat terkejut dan terpukul dengan hasil tes doping itu. 
 
"Saya dengan tegas mengatakan saya bukan orang yang curang dan tidak akan pernah dengan sengaja mengonsumsi zat terlarang. Saya cinta olahraga ini dan saya mengetahui tanggung jawab saya sebagai atlet dan anggota tim," tegas Ujah.
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif