Capaian tersebut menjadi catatan bersejarah bagi teqball Indonesia di ajang Asian Games. Lantas, seperti apa perjalanan kedua atlet tersebut hingga mampu mengukir sejarah dan membawa pulang medali untuk Indonesia? Simak profil Yoga Ardika Putra dan Sumaya berikut ini.
Profil Singkat Yoga Ardika Putra
Yoga Ardika Putra merupakan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) angkatan 2023 yang mengambil jurusan Manajemen Pendidikan. Sebelum tampil di Asian Games 2026, Yoga telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menjuarai Kejuaraan Nasional Teqball 2026 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Dalam kejuaraan tersebut, Yoga meraih dua gelar sekaligus, yakni juara pertama kategori tunggal putra dan juara pertama kategori ganda campuran. Perjalanan internasional Yoga dimulai pada SEA Games Kamboja 2023. Saat itu, ia berhasil membawa pulang medali perak setelah kalah dari tuan rumah di partai final.
Yoga kembali menunjukkan kemampuannya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia mengawali perjuangan di fase grup B dengan mengalahkan wakil Vietnam, Truong Giang Ba, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 7-12, 12-11, dan 12-8.
Ia kemudian mengalahkan wakil Laos, Alisa, dengan skor 12-5 dan 12-6 untuk melaju ke babak perempat final. Langkah Yoga sempat terhenti setelah kalah dari Saw Friday asal Myanmar. Namun, peluangnya untuk memperebutkan medali tetap terbuka melalui babak repechage.
Yoga memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengalahkan wakil Jepang, Akinori Wase. Kemenangan itu membawanya kembali ke persaingan perebutan medali.
Pada pertandingan perebutan tempat ketiga, Yoga akhirnya memastikan medali perunggu setelah lawannya, Zaid Eidan dari Kuwait, mengundurkan diri.
Hasil tersebut menambah catatan prestasi Yoga setelah sebelumnya meraih perak di SEA Games 2023. Ia kembali naik podium dalam kompetisi internasional melalui penampilannya di Asian Games 2026.
Sumaya, Mantan Atlet Sepak Takraw yang Raih Medali Perak
Sumaya merupakan atlet asal Kabupaten Bengkalis, Riau, yang lahir pada 18 Agustus 2005. Perjalanannya di dunia teqball terbilang relatif singkat karena ia baru serius menekuni olahraga tersebut sekitar dua tahun terakhir.
Sebelum beralih ke teqball, Sumaya merupakan atlet sepak takraw. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam proses adaptasinya terhadap teqball, olahraga yang memadukan unsur sepak bola dan permainan di atas meja melengkung.
Baca Juga :
Yoga Ardika Tambah Perunggu, Teqball Indonesia Berpeluang Raih Medali Lagi di Asian Games 2026
Kemampuan mengontrol bola menggunakan kaki dan bagian tubuh lainnya membantu Sumaya beradaptasi dengan karakter permainan teqball.
Dalam perjalanan kariernya, Sumaya telah mengumpulkan sejumlah prestasi di tingkat nasional dan internasional. Ia meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional Teqball 2025 serta medali perunggu di World Tour Teqball Championship Bangkok 2025.
Sumaya juga menyumbangkan medali perunggu nomor ganda campuran pada SEA Games Thailand 2025.
Prestasi terbarunya hadir di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sumaya berhasil melaju hingga babak final sebelum menghadapi wakil Myanmar, Wai Khin Hnin, dalam pertandingan perebutan medali emas.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Sumaya harus mengakui keunggulan lawannya melalui tiga gim dengan skor 10-12, 12-8, dan 12-9. Hasil itu membuat Sumaya membawa pulang medali perak untuk Indonesia.
Capaian tersebut menjadi tambahan prestasi penting bagi atlet muda asal Riau itu setelah sebelumnya meraih sejumlah medali di berbagai kejuaraan teqball.
Keberhasilan Yoga dan Sumaya meraih medali di Asian Games 2026 menjadi catatan penting bagi perkembangan teqball Indonesia. Dua medali yang diraih menunjukkan kemampuan atlet Merah Putih bersaing di tingkat Asia, baik melalui perjalanan panjang di babak pertandingan maupun persaingan hingga partai final.
(Muhammad Zaidan Rizky)