Sumaya sempat membuka pertandingan dengan kemenangan pada gim pertama. Namun, Wai Khin Hnin mampu membalikkan keadaan dan memenangkan dua gim berikutnya dengan skor 10-12, 12-8, dan 12-9.
Hasil tersebut membuat Sumaya harus puas dengan medali perak. Sementara itu, Wai Khin Hnin keluar sebagai peraih medali emas nomor tunggal putri teqball.
Sumaya Dominasi Gim Pertama
Pertandingan final berlangsung sengit sejak gim pertama. Sumaya sempat memimpin 8-5, tetapi Wai Khin Hnin mampu menyamakan kedudukan menjadi 8-8.
Persaingan semakin ketat hingga skor 10-10. Sumaya kemudian mampu menjaga ketenangannya dan merebut dua poin berikutnya untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 12-10.
Wai Khin Hnin Balikkan Keadaan
Memasuki gim kedua, Sumaya justru tertinggal cukup jauh. Atlet Indonesia berusia 21 tahun tersebut berada dalam posisi 2-7.
Sumaya perlahan mampu memangkas ketertinggalan hingga skor menjadi 7-8. Momentum pertandingan pun mulai berpihak kepada wakil Indonesia.
Melihat Sumaya mulai menemukan ritme permainan, Wai Khin Hnin meminta break atau jeda pertandingan. Strategi tersebut efektif karena setelah pertandingan dilanjutkan, wakil Myanmar kembali menjauh dan menutup gim kedua dengan skor 12-8. Kedudukan pun berubah menjadi 1-1 dan pertandingan harus ditentukan melalui gim ketiga.
Sumaya Harus Puas dengan Perak
Sumaya kembali mengawali gim penentuan dengan baik. Ia sempat unggul 4-1 atas Wai Khin Hnin. Namun, wakil Myanmar mampu membalikkan keadaan dan berbalik unggul 6-5. Setelah itu, kedua atlet terus terlibat dalam persaingan ketat hingga poin-poin akhir.
Wai Khin Hnin akhirnya mampu mempertahankan keunggulannya dan menutup gim ketiga dengan skor 12-9. Hasil tersebut memastikan medali emas untuk Myanmar dan perak bagi Sumaya.
Bagi Sumaya, hasil tersebut tetap menjadi pencapaian penting dalam debut teqball di Asian Games. Cabang olahraga ini untuk pertama kalinya dipertandingkan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Medali perak Sumaya juga menjadi medali perak perdana bagi kontingen merah putih sekaligus menjadi medali kedua dari cabang olahraga teqball di Asian Games 2026. Sebelumnya, Yoga Ardika Putra berhasil meraih medali perunggu dari nomor tunggal putra.
Dengan demikian, teqball menyumbangkan satu medali perak dan satu perunggu bagi Indonesia pada Asian Games 2026. Pencapaian tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Indonesia dalam debut teqball di ajang olahraga terbesar Asia.
(Muhammad Zaidan Rizky)