Khoiful Mukhib di 76 Indonesian Downhill musim lalu di Bukit Klangon, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
Khoiful Mukhib di 76 Indonesian Downhill musim lalu di Bukit Klangon, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

76 Indonesian Downhill 2026

76 Indonesian Downhill 2026 Makin Ekstrem! Trek Baru Lebih Curam dan Panjang

Kautsar Halim • 15 Mei 2026 00:41
Ringkasnya gini..
  • 76 Indonesian Downhill 2026 menghadirkan trek lebih ekstrem dengan lintasan lebih curam dan panjang, dari minimal 1.250 meter menjadi 1.600 meter.
  • Kompetisi berlangsung dalam tiga seri, dimulai di Bukit Hijau Bike Park Bantul, lalu Kudus, dan ditutup di Pasuruan.
  • Persaingan kelas Men Elite diprediksi makin panas dengan kehadiran juara bertahan Pandu Satrio serta rider senior seperti Mohammad Abdul Hakim dan Rendy Varera.
Yogyakarta: Kompetisi balap sepeda downhill paling bergengsi di Indonesia, 76 Indonesian Downhill 2026, dipastikan hadir dengan perubahan besar yang membuat persaingan musim ini jauh lebih ekstrem.
 
Tak hanya menghadirkan tiga seri balapan, penyelenggara juga merombak karakter lintasan menjadi lebih curam dan panjang. Perubahan ini diprediksi membuat persaingan rider elite nasional semakin sengit.
 

Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026


Seri perdana akan digelar di Bukit Hijau Bike Park, Bantul, Yogyakarta (22-24 Mei). Setelah itu, putaran kedua berlangsung di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah (22-23 Agustus), sedangkan grand final di Arjuno Bike Park, Pasuruan, Jawa Timur (16-18 Oktober).
 
Tiga kategori utama bakal kembali menjadi sorotan, yakni Men Elite, Women Elite, dan Men Junior, yang diprediksi menghadirkan persaingan panas sepanjang musim.

Agnes Wuisan selaku perwakilan penyelenggara 76 Rider menjelaskan bahwa perubahan besar tahun ini dilakukan demi meningkatkan kualitas atlet downhill Indonesia supaya makin kompetitif di level internasional.
 
Menurut Agnes, prestasi atlet Indonesia di ajang internasional, termasuk raihan Rendy Varera Sanjaya dan Riska Amelia di SEA Games Thailand 2025, menjadi salah satu alasan lahirnya inovasi baru musim ini.
 
"Prestasi atlet harus dibarengi dengan peningkatan ekosistem dan standar kualitas kompetisi. Karena itu, musim ini kami menghadirkan tantangan yang lebih ekstrem agar rider Indonesia semakin siap bersaing di level internasional," ujar Agnes dalam keterangan resmi lomba.
 

Trek Lebih Panjang dan Lebih Berbahaya


Perubahan terbesar musim ini ada pada sektor lintasan. Event Director 76 Indonesian Downhill, Aditya Nugraha, menjelaskan trek tahun ini dirancang jauh lebih menantang dibanding edisi sebelumnya.
 
Jika musim lalu panjang lintasan minimal hanya sekitar 1.250 meter, kini trek diperpanjang menjadi minimal 1.600 meter. Tak hanya itu, tingkat kemiringan trek juga meningkat sehingga menghasilkan jalur dengan kecepatan tinggi dan minim pedaling.
 
"Lintasannya sekarang jauh lebih ekstrem. Lebih panjang, lebih curam, lebih high speed, dan lebih sedikit pedaling. Average speed rider pasti meningkat dibanding tahun lalu," kata Aditya.
 
Perubahan langsung terlihat dari lokasi seri pembuka yang kini pindah ke Bukit Hijau Bike Park, Bantul, menggantikan Bukit Klangon yang digunakan musim lalu.
 
Menurut Aditya, Bukit Hijau menawarkan tantangan berbeda karena memiliki jalur lebih curam, obstacle alami, hingga kontur tanah kering berkerikil yang licin.
 
Lintasan ini bahkan memiliki bentangan batuan karang purba di kawasan pesisir selatan Yogyakarta yang membuat sensasi balapan semakin unik.
 
Panjang trek di Bukit Hijau sendiri mencapai sekitar 1.650 meter dari start hingga finis.
 

Persaingan Men Elite Diprediksi Memanas


Perubahan trek ekstrem langsung mendapat respons dari para rider elite. Salah satunya datang dari rider andalan Team 76 Rider DH Squad, Mohammad Abdul Hakim atau yang akrab disapa Jambol.
 
Ia menilai trek baru justru akan membantu rider Indonesia beradaptasi dengan karakter lintasan internasional yang selama ini terkenal lebih ekstrem.
 
"Trek seperti ini bagus karena rider Indonesia jadi terbiasa menghadapi lintasan curam dan ekstrem seperti di Eropa maupun Asia," ujar Jambol.
 
Jambol mengaku sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, mulai dari latihan fisik hingga pengaturan teknis sepeda. Kemudian, ia juga fokus pada setting suspensi serta pemilihan ban sebelum turun di seri pembuka.
 

Pandu Satrio Jadi Ancaman Baru


Persaingan kelas Men Elite musim ini dipastikan semakin panas. Nama Pandu Satrio menjadi perhatian setelah tampil mengejutkan dengan merebut gelar Juara Umum Men Elite 2025 meski berstatus rookie.
 
Kehadiran Pandu membuat persaingan semakin berat bagi rider senior seperti Rendy Varera, Mohammad Abdul Hakim, Khoiful Mukhib, Andy Yoga, dan Pahraz Salman Alparisi.
 
Jambol mengakui rider muda kini semakin agresif dan berani mengambil risiko besar di lintasan. "Sekarang rider muda makin berani dan agresif. Saya tidak boleh lengah sedikit pun kalau ingin tetap bersaing di kelas elite," pungkasnya.
 

Daftar Kelas 76 Indonesian Downhill 2026


Selain kelas elite, 76 Indonesian Downhill 2026 juga tetap mempertandingkan total 10 kelas, yakni:
 
* Men Elite
* Women Elite
* Men Junior
* Men Youth
* Women Youth
* Men Master C
* Men Master B
* Men Master A
* Men Sport A
* Men Sport B
 
Khusus kategori Men Elite, Women Elite, dan Junior masih berstatus internasional dengan sertifikasi UCI C1.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan