Tudingan tersebut mengemuka usai Lorenzo diumumkan secara resmi bakal membela Ducati mulai musim depan. Pembalap yang memulai debutnya di MotoGP bersama Yamaha pada 2008 ini diikat kontrak selama dua tahun (2017 dan 2018).
"Seperti kalian tahu, saya memiliki tantangan fantastis di depan, tapi untuk saat ini fokus saya masih untuk Yamaha, Jerez dan 15 seri balap di musim ini. Saya akan berupaya dan berjuang untuk kembali jadi juara dunia (MotoGP) untuk kali keempat," tandasnya.
Janji Lorenzo tersebut akan coba diwujudkannya pada MotoGP Jerez, Spanyol, akhir pekan ini. Pembalap 28 tahun tersebut diketahui memiliki rekam jejak yang bagus di Jerez di mana ia sukses meraih lima kemenangan. Rinciannya dua kali di kelas 250cc (2006 dan 2007) dan tiga kali di MotoGP (2010, 2011, dan 2015).
Di musim lalu, Jerez bahkan jadi titik balik kebangkitannya. Lorenzo memenangi empat seri beruntun usai jadi yang terbaik di Jerez.
"Jerez adalah salah satu sirkuit favorit saya, karena lay-outnya yang spesial, juga karena atmosfer penontonnya. Musim lalu, kami berhasil mendapatkan momentum kebangkitan di Jerez setelah awall musim yang sulit. Saya harap, tahun ini kami bisa mengulanginya," lanjutnya.
Musim ini, Lorenzo melakoni tiga seri awal dengan cukup baik. Kendati gagal meraup poin pada seri kedua di GP Argentina karena terjatuh, Lorenzo sukses naik podium di dua seri lainnya; yakni menang di Qatar dan finis di posisi dua pada seri terakhir di Amerika Serikat.
Alhasil, untuk sementara Lorenzo duduk di posisi dua klasemen sementara pembalap dengan koleksi 45 poin, atau tertinggal 21 poin dari pembalap Repsol Honda, Marc Marquez di puncak klasemen. (FOX Sports & Crash)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News