medcom.id, Perancis: Absen selama tujuh tahun di MotoGP sejak Bridgestone ditetapkan sebagai pemasok tunggal ban balap untuk MotoGP, membuat Michelin ragu. Pertanyaan yang selalu terbayang adalah apakah mereka mampu memberikan pertunjukan yang seru seperti yang saat era Bridgestone?
Hingga sesi tes pra musim MotoGP di Sepang, Malaysia 2016, mereka masih mendapat cemoohan. Terlebih setelah ban motor Loris Baz meledak di trek lurus. Tapi riset cepat dengan kekuatan ide dan konsep yang sudah ingin mereka tunjukkan, akhirnya membuahkan hasil. Mereka sukses membuat para pembalap beradaptasi cepet dengan karakter ban.
"Absen selama tujuh tahun di MotoGP, membuat kami sempat kehilangan arah saat pertama kali memasok ban ke para pembalap di MotoGP untuk sesi tes. Bahkan ketika beberapa kecelakaan besar terjadi kepada para pembalap, kami melakukan banyak analisa data dengan sangat hati-hati. Tapi kami senang, karena pada akhirnya kami mampu memberikan ban yang kualitasnya sesuai dengan keinginan para pembalap," papar direktur teknis Michelin Motor Sports, Nicholas Goubert.
Bagian yang membuat Goubert sangat senang adalah saat timnya dituntut membuat ban yang punya karakter berbeda berdasarkan data yang sudah ada, mereka mampu merespon dengan cepat.
"Rekor kami adalah ketika membuat modifikasi struktur kompon ban belakang untuk seri MotoGP Argentina. Kami memproduksi ban belakang untuk semua pembalap hanya dalam waktu tiga hari."
Goubert juga mengungkapkan bahwa effort yang mereka keluarkan di MotoGP 2016 sama dengan effort yang mereka keluarkan di ajang balap lain selama tujuh tahun mereka absen di MotoGP. Beruntungnya drama MotoGP 2016 berlangsung dengan kesuksesan besar.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan