Di balik hasil mengejutkan tersebut, pelatih Sebastien Desabre menjadi sosok yang paling bangga melihat perjuangan anak asuhnya menghadapi salah satu tim unggulan turnamen yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
Portugal sempat unggul cepat lewat gol Joao Neves pada menit keenam. Namun Kongo DR menunjukkan mentalitas luar biasa dan mampu bangkit melalui gol Yoane Wissa pada masa injury time babak pertama.
Gol Wissa tak hanya menyelamatkan timnya dari kekalahan, tetapi juga tercatat sebagai gol pertama Kongo DR sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Desabre: Pemain Mewakili Kongo dengan Cara yang Positif
Usai pertandingan, Sebastien Desabre tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap performa tim.
Menurutnya, para pemain menjalankan instruksi dengan sempurna dan memperlihatkan semangat juang tinggi saat menghadapi Portugal yang lebih diunggulkan.
"Para pemain menunjukkan komitmen dan pengorbanan yang luar biasa. Kami menjalankan rencana pertandingan seperti yang diinginkan dan mampu mencetak gol dari situasi bola mati. Saya sangat bangga kepada para pemain karena mereka mewakili Kongo dengan cara yang sangat positif dan seluruh negara pantas mendapatkannya," ujar Desabre.
Pelatih asal Prancis itu menilai hasil imbang tersebut menjadi bukti bahwa Kongo DR mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Gol Wissa Jadi Sejarah Baru
Salah satu pahlawan Kongo DR dalam laga ini adalah Yoane Wissa. Penyerang yang tampil penuh semangat itu sukses mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan keras setelah menerima umpan Arthur Masuaku.Wissa mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari sejarah negaranya.
"Kami bekerja sangat keras untuk mencapai momen ini. Portugal adalah tim yang sangat kuat, tetapi kami menunjukkan keberanian dan daya juang yang luar biasa. Mencetak gol pertama Kongo DR di Piala Dunia adalah kebanggaan besar bagi saya dan seluruh tim," kata Wissa.
Portugal Kehilangan Momentum
Di sisi lain, Portugal harus puas membawa pulang satu poin meski tampil dominan sepanjang pertandingan.
Pelatih Roberto Martinez mengakui timnya kehilangan ritme permainan setelah unggul lebih dulu. Menurutnya, gol penyama kedudukan Kongo DR membuat kepercayaan diri lawan meningkat drastis.
"Kami memulai pertandingan dengan sangat baik, tetapi setelah itu kehilangan kelancaran permainan. Mereka semakin percaya diri setelah mencetak gol dan membuat pertandingan menjadi lebih sulit," ujar Martinez.
Cristiano Ronaldo sendiri gagal mencetak gol pada laga tersebut meski sempat mendapatkan beberapa peluang.
Ronaldo Tetap Cetak Rekor
Meski gagal membawa Portugal menang, Cristiano Ronaldo tetap menorehkan sejarah baru.
Pada usia 41 tahun 132 hari, Ronaldo menjadi pemain outfield tertua yang pernah menjadi starter dalam pertandingan Piala Dunia. Penampilan melawan Kongo DR juga menjadi laga ke-23 Ronaldo di putaran final Piala Dunia.
Namun sorotan utama malam itu justru jatuh kepada Kongo DR yang berhasil mencatat salah satu hasil terbesar dalam sejarah sepak bola mereka.
Berkat satu poin berharga tersebut, Kongo DR sementara memuncaki Grup K bersama Portugal dan menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda