Dovizioso merasa kegagalan tersebut karena salah dalam pemilihan ban. Kala itu, pembalap asal Italia tersebut memang tak menggunakan ban yang sama dengan kepunyaan Iannone, yaitu ban medium.
"Saya kecewa tentang penggunaan ban. Padahal kami bekerja sangat baik dan motor bekerja dengan sempurna. Saya lebih baik dari Andrea saat pengereman. Tapi saya tidak memiliki pegangan yang sama di sebelah kanan. Terutama pada akhir lomba," ujar Dovizioso.
"Saya mencoba untuk melaju dengan sangat cepat pada akhir lomba. Tapi saya tidak bisa mendekat lagi sehingga saya kecewa tentang hal itu," tambah Dovizioso.
Meski memendam penyesalan, pembalap berusia 30 tahun itu tak lupa mengapresiasi kinerja tim Ducati yang mampu merajai MotoGP Austria.
"Ducati finis di 1-2 benar-benar istimewa. Saya tahu bagaimana mereka berusaha mendapatkan hasil ini dan hasil tersebut layak untuk mereka dapatkan," tegasnya.
Sudah lama pembalap Ducati tak menempati podium pertama. Prestasi langka itu terakhir kali terjadi saat pembalap Ducati, Casey Stoner menjadi juara pada MotoGP Australia 2010. (MotoGP)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News