Marc Marquez menunjukkan stiker dengan inisial LS di helmnya sebagai tribut untuk Luis Salom, pembalap Moto2 yang tewas jelang MotoGP Barcelona (Foto: JOSEP LAGO/AFP)
Marc Marquez menunjukkan stiker dengan inisial LS di helmnya sebagai tribut untuk Luis Salom, pembalap Moto2 yang tewas jelang MotoGP Barcelona (Foto: JOSEP LAGO/AFP)

Marc Marquez yang Sekarang Sudah Berbeda

Achmad Firdaus • 04 Juli 2016 16:53
medcom.id, Aalst: Marc Marquez menjadi kandidat kuat juara MotoGP musim ini lantaran tampil paling konsisten dari para rivalnya sejauh ini. Lantas, apa rahasia di balik konsistensi pembalap Repsol Honda tersebut?
 
Perhitungan yang matang menjadi jawabannya. Marquez sadar, balapan musim ini lebih sulit diprediksi lantaran banyaknya hal baru yang diterapkan di kompetisi, mulai dari peraturan soal piranti elektronik (ECU), peralihan ban baru (dari Bridgestone ke Michelin), dan juga performa motor RC213V yang tidak lagi sama seperti musim-musim sebelumnya.
 
Untuk itu, di musim ini ia tampil lebih sabar dan tidak terlalu memaksakan diri untuk menang seperti yang ditunjukkannya musim lalu atau musim-musim sebelumnya.

Sejauh ini, strategi itu terbukti berhasil di mana Marquez selalu mampu mencetak poin dari delapan seri balapan di musim ini. Jauh lebih baik dari dua rivalnya, Jorge Lorenzo (2 kali retired) dan Valentino Rossi (3 kali retired).  
 
Memang, Marquez pernah terjatuh pada seri di Le Mans, Prancis. Namun, ia berhasil kembali ke lintasan dan mengamankan tiga poin (posisi 13) yang kemungkinan bisa jadi sangat penting dalam upayanya memburu mahkota juara musim ini.
 
Performa Marquez musim ini sangat berbeda dari musim lalu atau musim-musim sebelumnya di mana ia terkenal sebagai pembalap yang nekat dan selalu ngotot meraih kemenangan di tiap balapan. Akibat sikapnya itu, musim lalu Marquez gagal mendulang poin (retired) pada enam seri balapan. Imbasnya, gelar juara dunia pun harus melayang ke tangan Jorge Lorenzo.
 
"Semua orang pasti belajar. Dan apa cara terbaik untuk melakukannya selain belajar dari kesalahan sendiri?," ujar Marquez.
 
"Saya adalah tipe orang yang tidak percaya saat diberitahu hingga 20 kali bahwa ada tembok di depan saya, sampai saya menabraknya. Baru saya percaya," lanjutnya.
 
Perubahan sikap Marquez juga diamini oleh bos tim Repsol Honda, Livio Suppo. Pria asal Jepang itu menjelaskan bahwa perubahan sikap Marquez ini bukan karena adanya dorongan atau tekanan dari luar.
 
"Saya tidak berpikir, Emilio Alzamora (manajer Marquez), atau tim mendesaknya untuk berubah. Anda bisa mengatakan/meminta apapun kepada pembalap, tapi dia tidak akan melakukannya sampai dia yakin dengan hal itu," kata Suppo.
 
"Akan tetapi, Marc telah menunjukkan bahwa ia sudah belajar dari kesalahannya tahun lalu, dan itu membuktikan betapa pintarnya dia. Sebab, tidak mudah untuk membuat perubahan," imbuhnya.
 
Berkat performa cerdasnya, Marquez sejauh ini jadi kandidat kuat juara dunia MotoGP musim ini. Menatap seri ke-9 di Sirkuit Sachsenring, Jerman, 17 Juli mendatang, pembalap berjuluk Baby Alien nyaman duduk di puncak klasemen pembalap dengan koleksi 145 poin, unggul 24 poin dari Lorenzo dan 42 angka dari Rossi di posisi tiga.
 
"Peluang juara masih jauh. Kita bahkan belum melewati separuh musim dan saya juga belum memiliki keunggulan satu seri balapan (25 poin) dari pembalap di posisi dua. Meskipun penting artinya bagi saya untuk memiliki gap seperti ini, terutama dengan Valentino Rossi," tandasnya. (Motorsports)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan