Beberapa pekan lalu, Yamaha membuat pengumuman bahwa mereka telah mengakhiri kerja sama dengan Lorenzo. Mulai musim depan, juara MotoGP tiga kali itu akan membela tim rival, Ducati.
Keputusan Yamaha yang lebih memilih mempertahankan Valentino Rossi ketimbang Lorenzo disesali Mamola. Mantan pembalap Ducati, Yamaha, dan Honda ini menilai Yamaha telah membuat kesalahan besar telah membuang salah satu pembalap jenius.
"Saya ingin memulai dengan mengatakan bahwa kepindahan Lorenzo ke Ducati akan sangat menguntungkan Ducati. Lorenzo akan menggunakan tantangan baru ini untuk mendongkrak motivasinya. Sementara Ducati harus bisa merespons dan menyesuaikan ekspektasi sang juara dunia. Dan secara umum hal itu akan jadi keuntungan besar buat mereka," ujar Mamola.
"Dalam situasi ini, satu-satunya pihak yang kalah adalah Yamaha," tandasnya.
Statistik mendukung opini Mamola. Sejak bergabung dengan Yamaha pada 2008, Lorenzo hampir selalu mampu menampilkan performa memuaskan.
Dalam delapan tahun pengabdiannya, Lorenzo sudah memberikan 40 kemenangan dan sukses merebut tiga gelar juara dunia. Tekecuali di musim perrama, secara keseluruhan Lorenzo tidak pernah finis di luar tiga besar di tiap musimnya. Musim lalu, ia juga sukses menjadi juara meski diwarnai kontroversi terkait perseteruannya dengan Rossi.
Sementara Rossi, dalam tiga musim terakhirnya di Yamaha, pembalap 37 tahun tersebut hanya sukses menorehkan tujuh kemenangan. Dia juga kerap berada di bawah bayang-bayang Lorenzo.
Namun, sayangnya Yamaha mengabaikan statistik di atas. Tim asal Jepang ini justru memilih strategi komersil dengan mempertahankan Rossi yang tidak diragukan lagi memiliki daya tarik yang jauh lebih besar dari Lorenzo.
"Meski ini terdengar kontradiksi, saya tidak berpikir Yamaha sadar dengan dampak dari keputusan mereka melepas Lorenzo. Mengesampingkan apa yang dirasakan Lorenzo saat melepas helmnya. Tak ada yang bisa meragukan bahwa kita membicarakanm seorang (pembalap) jenius yang mampu melakukan apa yang hanya bisa dilakukan sedikit pembalap di atas motor," lanjutnya.
"Saya yakin, Lorenzo lebih dekat dengan memperbarui kontraknya ketimbang bergabung dengan tim lain. Tapi, dalam beberapa bulan terakhir ada hal-hal yang pada akhirnya membuatnya membuat keputusan (hengkang)," tandasnya.
Di MotoGP musim ini, Lorenzo membuktikan bahwa dirinya adalah pembalap jempolan dengan suksesnya memenangi dua dari lima seri yang telah digelar. Berkat kemenangan di GP Qatar dan Prancis, Lorenzo untuk sementara memimpin klasemen pembalap dengan koleksi 90 poin. Dia unggul 12 poin dari Rossi yang masih tercecer di posisi tiga karena baru sekali memetik kemenangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News