Veda Ega Pratama harus menerima hukuman setelah dinilai tidak mematuhi sinyal bendera kuning saat menjalani sesi latihan bebas pertama (FP1) pada Jumat, 6 November.
Akibatnya, posisi start Veda pada balapan utama akan dikurangi enam peringkat dari hasil kualifikasi yang berlangsung pada Sabtu, 7 November.
Dampak Penalti terhadap Posisi Start Veda
Sanksi turun enam posisi membuat peluang Veda untuk memulai balapan dari dua baris terdepan tertutup. Bahkan, jika berhasil merebut pole position atau posisi pertama dalam kualifikasi Q2, ia tetap harus turun ke posisi ketujuh saat balapan.
Pengurangan enam posisi tersebut berlaku sesuai hasil akhir kualifikasi. Dengan demikian, Veda tidak bisa menempati posisi start pertama hingga keenam.
Skenario lebih berat bisa terjadi jika Veda hanya mampu finis di posisi ke-18 pada kualifikasi Q2. Dalam kondisi tersebut, ia harus turun ke posisi ke-24.
Veda Tetap Kompetitif meski Terkena Penalti
Meski harus menghadapi penalti, performa Veda di Sirkuit Internasional Lusail menunjukkan daya saing yang cukup baik. Dalam sesi FP1, pembalap berusia 17 tahun tersebut mencatatkan waktu putaran yang tidak terpaut jauh dari Maximo Quiles.
Penampilan tersebut menjadi modal positif bagi Veda untuk menghadapi sesi kualifikasi. Ia juga berhasil mengamankan tiket otomatis ke Kualifikasi Kedua (Q2).
Veda dipastikan masuk dalam jajaran 18 pembalap tercepat yang akan bersaing memperebutkan posisi start terbaik.
(Ahmad Raul)