Kelima pembalap muda tersebut di antaranya Peerapong Loiboonpeng (Thailand), Galang Hendra Pratama (Indonesia), Soichiro Manimimoto (Jepang), Kasma Daniel Bin Kasmayudin (Malaysia), dan Imanuel Putra Pratna (Indonesia). Para jebolan Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas 250 cc ini telah tiba di Tavullia pada 30 Juni. Setelah itu, mereka akan menjalani sejumlah aktivitas soal balap. Salah satunya bertemu dan berguru dengan Valentino Rossi hingga 8 Juli.
Selain mendapatkan bimbingan dari para mentor, mereka juga akan mengunjungi markas Yamaha Motor Racing di Gerno di Lesmo. Di sana, mereka diajarkan soal filosofi Yamaha.
Dua pembalap muda asal Indonesia, Galang dan Imanuel tak sabar untuk bisa bersua dengan Rossi.
"Target musim ini adalah untuk mencoba dan berdiri di banyak podium dan memenangkan banyak balapan yang saya bisa. Untuk masa depan, saya ingin balapan di MotoGP. Rossi adalah idola saya. Selama ini saya sering menontonnya di televisi. Dia begitu mengilhami saya untuk memulai balapan. Dia juga yang memotivasi saya untuk tetap membalap untuk tahun-tahun mendatang," ujar Imanuel.
Berbeda dengan Imanuel, Galang lebih tertantang dan berharap bisa membalap bersama pembalap asal Italia tersebut.
"Tujuan saya musim ini adalah untuk terus berada di podium dan akhirnya mengamankan gelar. Saya ingin menjadi pesaing top di MotoGP pada masa depan - itu yang saya pikirkan. Itu sebabnya saya sangat bersemangat untuk bisa bertemu Rossi, yang telah menjadi panutan para pembalap MotoGP begitu lama. Saya benar-benar melihat ke depan untuk membalap bersamanya dan belajar darinya," terang Galang.
Mereka melakukan perjalanan ke Cattolica pada hari kedua. Para talenta muda arena balap tersebut melakukan cek medis untuk mempersiapkan diri mengikuti program selanjutnya. Setelah itu, para rising star ini akan menunjukkan keterampilan membalap selama lima hari. Perkembangan mereka bakal bisa dilihat via media sosial Yamaha VR46 Master Camp. (MotoGP.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News