"Saya sudah mendapat pesan yang menyebutkan mereka (tim Aprilia) tidak akan melanjutkan balapan dengan saya. Jadi kabar itu tentu membuat perasaan saya tidak enak," ujar Bradl seperti dikutip Crash.net, (Jumat 24/6/2016).
Seusai MotoGP Catalunya beberapa pekan lalu, Bradl sempat dirumorkan akan digantikan oleh pembalap tim Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro. Kabar tersebut ternyata bukan rumor belaka karena tim Aprilia ingin meningkatkan prestasi.
Bradl tergabung dengan tim Aprilia sejak pertengahan 2015 lalu. Sejak saat itu prestasinya memang tidak terlalu baik karena kerap gagal naik podium atau bahkan mencuri poin. Pencapaian terbaik Bradl bersama Aprilia pada musim lalu hanya terdapat ketika ketika finis di ajang GP Malaysia dengan urutan ke-10
Memasuki musim 2016, prestasi Bradl juga tak kunjung membaik. Ia masih tetap kesulitan bersaing dan lebih sering terlempar dari urutan 10 besar. Prestasi terbaiknya belakangan ini hanya finis di urutan ketujuh lewat ajang MotoGP Argentina.
"Sungguh disayangkan sekali, padahal saya sudah merasa seperti di rumah sendiri dan merasa nyaman dengan segala hal di sekitarnya, termasuk orang-orang di sini dan proyek yang mereka rencanakan," kata Bradl membeberkan pengalamannya bersama tim Aprilia.
"Tapi, pihak perusahaan memang memutuskan untuk melakukan dengan cara yang berbeda. Kita semua juga tahu paddock ini adalah bisnis besar. Pada akhirnya mereka yang tetap menentukan semuanya. Hidup masih terus berlanjut, dunia juga belum berakhir. Kami masih bekerja dalam cara yang sama, namun dalam rasa yang berbeda," tambahnya.
Belum jelas pelabuhan Bradl pada musim depan. Namun, ia berharap rumor ketertarikan Ducati untuk merekrut dirinya bisa benar terjadi. Bradl juga sempat menyangkal bahwa penurunan prestasinya lebih dikarenakan faktor individu. Menurutnya, motor Aprilia juga belum tampil maksimal ketika ditunggangi.
"Saya memulai proyek bersama Aprilia dengan motivasi besar. Tahun lalu sungguh aneh karena motor yang digunakan bukanlah motor MotoGP atau lebih cenderung seperti motor uji coba. Tahun ini, motor mereka juga datang terlambat, kami belum sempat menguji coba dan meningkatkan kemampuannya saat tes musim dingin. Jadi, benar-benar tidak mudah untuk melakoni tiap akhir pekan di MotoGP ini," tutup mantan pembalap Yamaha Forward tersebut. (Crash)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News