Meski menang, Rossi belum merasa puas dengan pencapaian itu. Ia menilai laju motornya tidak impresif dan punya kendala pada ban.
"Di Qatar saya mendapatkan hasil yang cukup baik. Tetapi, saya hanya finis di peringkat keempat. Di Argentina adalah balapan yang tersulit bagi setiap pembalap. Yang menjadi persoalan utama saat itu adalah ban belakang. Saya sangat merasa cukup baik pada balapan pertama, tetapi motor yang saya pakai pada balapan kedua tidak cukup kuat. Saya cukup beruntung bisa meraih podium saat itu," ujar Rossi seperti disadur MotoGP.com, Jumat (8/4/2016).
Rossi berharap timnya dapat menentukan ban yang tepat untuk motornya saat balapan pada seri ketiga MotoGP Americas, Minggu 10 April. Sebab, ia tahu trek di Circuit of The Americas (Cota) punya tingkat kesulitan tinggi.
"Trek ini sangat sulit dan begitu teknis. Anda akan menemukan hal yang berbeda dari awal hingga akhir balapan pada tahun-tahun terakhir. Ini bukan trek terbaik saya. Biasanya kami banyak menderita di awal, tetapi sekarang kami harus memahami jika kami akan memiliki masalah yang sama dengan ban tersebut. Kami harus berusaha, siap, dan melihat apa yang terjadi selama latihan," papar Rossi.
Circuit of The Americas memang bukan trek favorit Rossi. Selama tiga musim berturut-turut balapan di sana, Rossi baru sekali meraih podium yang dicapainya pada musim 2015. Ketika itu, ia finis di peringkat ketiga. Sisanya, Rossi hanya mampu finis di peringkat keenam pada musim 2013 dan peringkat kedelapan pada musim 2014. (MotoGP)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News