Marc Marquez langsung tampil agresif sejak lampu start padam. Pembalap bernomor #93 itu menyalip Jorge Martin dan mengambil alih posisi terdepan hanya dalam tiga tikungan.
Insiden terjadi di barisan tengah pada Tikungan 3. Alex Marquez mencoba menyalip Fabio Di Giannantonio dari sisi dalam, tetapi manuvernya justru mengenai bagian belakang motor Pedro Acosta.
Akibat insiden tersebut, Alex Marquez dan Pedro Acosta terjatuh. Di Giannantonio yang tidak sempat menghindar juga ikut terseret hingga ketiga pembalap tersingkir dari balapan.
Setelah insiden itu, persaingan di barisan depan mengerucut pada Marc Marquez, Jorge Martin, dan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.
Namun, Bezzecchi kehilangan kecepatan dan disalip oleh Enea Bastianini dari Red Bull KTM Tech3. Pada Lap 5, Bezzecchi kembali kehilangan posisi setelah dilewati oleh Diogo Moreira dari Pro Honda LCR dan pembalap tuan rumah, Ai Ogura. Ia pun harus bertahan di tengah persaingan.
Hukuman Track Limit Ubah Posisi Podium Sprint Race
Di barisan depan, Jorge Martin mengalami masalah blistering pada ban belakang sehingga kesulitan mengimbangi kecepatan Marc Marquez. Lalu, Marc Marquez melintasi garis finis sebagai pemenang tanpa mendapat tekanan berarti.
Perubahan posisi terjadi setelah balapan berakhir. Jorge Martin dan Enea Bastianini yang semula finis di posisi kedua dan ketiga masing-masing dijatuhi hukuman turun satu posisi karena melanggar track limit di area hijau Tikungan 10 pada lap terakhir.
Hukuman tersebut membuat pembalap rookie, Diogo Moreira, naik ke posisi kedua. Hasil itu sekaligus menjadikannya pembalap Brasil pertama yang meraih podium sprint race MotoGP. Jorge Martin turun ke posisi ketiga.
Sementara itu, Ai Ogura finis di posisi kelima, diikuti Marco Bezzecchi di urutan keenam. Johann Zarco dari Castrol Honda LCR menempati posisi ketujuh setelah mengalahkan Raul Fernandez.
Satu poin terakhir diraih Fabio Quartararo dari Monster Energy Yamaha MotoGP Team. Ia finis kesembilan setelah mengungguli Fermin Aldeguer.
(Ahmad Raul)