Namun bukan insiden itu yang membuat hati Marquez gundah. Pembalap asal Spanyol itu uring-uringan karena performa motor Hinda RC213V tidak maksimal sehingga gagal adu cepat dengan para rival. Termasuk dari tim Movistar Yamaha.
"Saya tiba-tiba mengalami selip. Hasil ini jelas mengecewakan karena saya hampir meraih podium. Namun, hal seperti ini pasti terjadi jika akselerasi motor Anda kalah jauh dari pembalap lain," kata Marquez seperti dilansir Crash.
"Sangat mudah bagi saya melakukan kesalahan karena di titik pengereman tak ada kontrol. Saya cuma mengandalkan jari dan insting."
"Saya terganggu karena tak bisa mengejar rival di trek lurus. Kalau bisa meningkatkan akselerasi, kami bakal memiliki motor terbaik di grid. Masalahnya, hal itu sulit dilakukan karena mesin disegel dan tak bisa diutak-atik pada pertengahan musim. Namun, saya tak akan protes. Saya percaya Honda telah bekerja keras."
"Kalau berdasarkan ranking, urutannya adalah Ducati, Yamaha, Suzuki, baru Honda. Akselerasi motor kami kalah jauh dari Ducati. Namun perbedaannya tak kalah jauh dari Yamaha dan Suzuki," tambah pembalap berjuluk Baby Alien itu.
Marquez melorot ke urutan kedua klasemen sementara pembalap lantaran gagal naik podium di Le Mans. Kini, ia menempati urutan kedua dengan koleksi 85 angka. Posisi puncak kini diduduki pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo. Ia melesat ke urutan pertama setelah menjadi juara di GP Prancis. Juara MotoGP musim lalu itu sudah 90 poin usai lima seri balapan yang telah dijalani. (Motorsport)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News