Ceritanya, setelah sukses jadi yang tercepat di lintasan sirkuit, Marquez dan Dani Pedrosa diajak foto Selfie oleh Rossi dengan menggunakan tongsis dan kamera GoPro, di atas podium. Namun, tanpa disadari yang lain, pembalap Spanyol itu mengeluarkan benda putih dari pakaiannya dan memamerkannya ketika sesi selfie itu berlangsung.
Ternyata, benda putih berbentuk kotak itu bertuliskan Nilox, produk rival dari GoPro. Setelah foto itu tersebar, orang-orang yang menyadari apa yang diperbuat Marquez pun menggunjingkannya.
Ajakan selfie di podium tentu bukan sebuah spontanitas, melainkan gimmick untuk mengakomodir kebutuhan eksposur GoPro sebagai sponsor lomba seri Sanchsenring, Jerman. Bila tiba-tiba produk rival, yang bukan merupakan sponsor, muncul, itu pasti jadi sebuah insiden sponsorship.
Menjadi sponsor di ajang balap bergengsi seperti MotoGP membutuhkan investasi besar. Namun, GoPro rupanya rela untuk menguras kocek demi nama dan logonya terpampang di sirkuit.
Tak hanya sekadar itu, GoPro pun membeli paket sponsorship yang bisa membuat nama mereka menjadi nama resmi ajang sehingga GP Jerman menjadi bernama resmi GoPro Motorrad Grand Prix Deutchland...
Sebabnya, foto-foto itu jadi viral di media sosial dan menjadi bahan gurauan. Sesuatu yang nampaknya tidak menyenangkan bagi GoPro.
Belakangan, foto yang ditayangkan di Facebook VR46official, tampil beda dengan benda di tangan Marquez terlihat tanpa logo. Nampaknya sudah diedit. Sebab, menurut Autoevolution, foto momen itu yang tayang di MotoGP.com, menunjukkan logo Nilox terlihat jelas.
Kejadian seperti ini pernah terjadi ketika pesepak bola Mario Gotze dan Kirchhof diperkenalkan Bayern Muenchen. Muenchen yang terikat kontrak dengan Adidas, hanya bisa melongo melihat kedua pemain itu mengenakan kaus berlogo Nike, yang merupakan sponsor pribadi mereka. Belakangan setelah heboh, Muenchen pun minta maaf kepada Adidas. Nah, bagaimana dengan timnya Marquez?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News