Suasana balapan di MotoGP Qatar musim lalu (Foto: AP Photo/Osama Faisal)
Suasana balapan di MotoGP Qatar musim lalu (Foto: AP Photo/Osama Faisal)

Selamat Datang MotoGP 2016

Achmad Firdaus • 16 Maret 2016 18:05
medcom.id, Jakarta: Tak terasa, empat bulan telah berlalu sejak MotoGP 2015 menggelar seri pamungkas di Valencia, November silam. Kini, pecinta MotoGP sudah dihadapkan dengan musim baru MotoGP 2016.
 
Mulai akhir pekan ini, 20 Maret 2016, pecinta MotoGP akan kembali disuguhkan dengan aksi-aksi menantang dari 21 pembalap di atas lintasan. Memainkan 18 seri yang tersebar di 15 negara, MotoGP musim ini akan berlangsung selama delapan bulan. Dimulai dari Qatar dan akan berakhir di Valencia pada 13 November.
 
Tentunya, masing-masing dari Anda sudah memiliki pembalap atau tim yang dijagokan untuk keluar sebagai juara. Apakah itu Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, Marc Marquez atau justru pembalap lain?

Semuanya tergantung pada Anda. Akan tetapi, yang perlu diketahui adalah, musim ini menjanjikan persaingan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
 
Hal ini merujuk pada serangkaian perubahan yang mulai diterapkan tahun ini. Ya, Dorna dan FIM selaku pengelola MotoGP melakukan perubahan besar untuk musim ini demi membuat persaingan lebih menarik.
 
Perubahan ini bahkan tercatat yang paling radikal sejak terakhir kali kelas MotoGP berganti menggunakan mesin 4-tak pada 2002 silam.
 
Di musim ini, seluruh tim akan mendapatkan paket ECU (Electronic control Unit) terpadu yang disuplai oleh Magneti Marelli, sebuah perusahaan manufaktur asal Italia. Paket baru ini merupakan tantangan tersendiri bagi setiap tim untuk mencocokkannya dengan set-up motor dan gaya pembalapnya masing-masing.
 
Satu perubahan lain yang pastinya akan mempengaruhi jalannya balapan adalah kehadiran Michelin sebagai produsen ban tunggal. Pabrikan ban asal Prancis ini akan menggantikan posisi Bridgestone.
 
Para pembalap yang sejatinya sudah sangat akrab dengan karakter ban Bridgestone yang telah melayani mereka selama tujuh tahun terakhir, kini harus beradaptasi lagi dengan karakter ban Michelin.
 
Selain dua perubahan di atas, beberapa regulasi lain juga akan diterapkan, di antaranya adalah sistem penalti poin. Di musim ini, panitia akan memberlakukan sistem diskualifikasi untuk pembalap yang telah mendapatkan 10 poin penalti.
 
Di musim ini, tidak akan ada lagi kategori kelas terbuka. Seluruh tim akan berada dalam satu kelas, di mana mereka akan menggunakan piranti elektronik yang sama, alokasi ban yang sama dan jumlah bahan bakar yang sama.
 
Namun, ada sedikit kelonggaran yang diberikan kepada tim-tim kecil atau tim yang belum mampu berprestasi. Tim-tim ungguan seperti Honda, Yamaha dan Ducati akan mendapatkan alokasi tujuh mesin dalam satu musim. Sementara tim-tim di luar bisa boleh menggunakan hingga sembilan mesin dalam satu musim.
 
Peta Persaingan Pembalap
Merujuk serangkaian perubahan di atas, sesi uji coba resmi di Malaysia, Australia, dan Qatar beberapa waktu lalu, sedikit banyak memberikan gambaran terkait bagaimana peta persaingan musim ini.
 
Dalam sesi uji coba tersebut, terbukti, banyak tim yang mengalami kendala dalam menyesuaikan diri dengan regulasi baru. Honda misalnya. Dua pembalapnya, Marc Marquez dan Dani Pedrosa tak mampu tampil konsisten di sesi tes resmi. Marquez bahkan beberapa kali harus terjatuh dari motornya.
 
Tim pabrikan asal Jepang ini nampaknya masih kesulitan menemukan settingan yang tepat dan berpotensi gagal tampil maksimal pada musim ini.
 
Berbeda dengan Honda, rivalnya Yamaha nampaknya sudah mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari konsistensi Jorge Lorenzo di sesi uji coba. Juara dunia lima kali itu hampir selalu mampu bersaing di papan atas pada setiap tes. Hal sama juga berlaku pada rekan setimnya Valentino Rossi yang mampu tampil kompetitif.
 
Jika mampu tampil konsisten seperti musim lalu, bukan hal yang mustahil The Doctor bisa mewujudkan impiannya merebut "La Decima" atau trofi juara dunia ke-10.
 
Ducati dan Suzuki berpotensi mengganggu dominasi Yamaha dan Honda di musim ini. Kedua tim ini juga mampu tampil cukup apik pada sesi uji coba.
 
Suzuki bahkan sempat beberapa kali menempatkan pembalapnya, Maverick Vinales sebagai yang tercepat pada sesi uji coba. Merealisasikan target untuk setidaknya mencuri kemenangan rasanya bukan hanya angan-angan untuk Suzuki dan Ducati di musim ini.
 
Well, bagaimanakah jalannya persaingan MotoGP 2016? Tunggu saja aksi mereka pada seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar yang notabene balapan malam hari, Senin 21 Dini hari WIB.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan