"Aksi di lintasan sangat jarang terjadi karena hampir semua pembalap kesulitan mengendalikan ban belakang.Saya tidak melihat balapan. Itu sangat membosankan, bukan? Kecepatan balapan, catatan waktu, sangat lambat (31 detik lebih lamban dibanding pada 2015),” sesal Pedrosa, seperti dilansir Motorsport.
“Saya rasa para pembuat aturan dan perusahaan ban harus menelurkan ide baru karena masalahnya bukan berasal dari motor Ducati, Yamaha, atau Honda. Regulasinya sangat membatasi. Tes motor sangat dibatasi dan mesin sudah ditetapkan. Seharusnya mereka lebih fleksibel dan kami butuh kemajuan. Pihak penyelenggara harus melakukan sesuatu karena jika seperti ini tidak menarik."
“Kami sedang berusaha meningkatkan performa ban ini. Tapi, jika suatu saat (Michelin) melakukan perubahan lagi, seluruh kerja keras dan investasi oleh tim bakal sia-sia,” tambah Pedrosa.
Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi mendominasi balapan di Jerez. Ketika itu, ia dengan mudah menjadi juara dengan selisih 2,3 detik dari Lorenzo yang finis di posisi kedua. Rossi bisa dengan nyaman memenangkan balapan karena memang tidak ada aksi saling salip di antara pembalap yang berada di enam besar usai lap kelima. (Motosport)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News