Dovizioso kesal dengan kejadian ini. Ia menilai kehilangan 20 poin pada kejuaraan ini tidak bisa diterima.
"Saya sangat kecewa karena kehilangan poin. Itu adalah bencana. Saya sudah mendekati balapan dan akhir pekan untuk mengambil hasil terbaik pada kejuaraan ini. Saya pikir jika ingin bersaing dengan tim lain, Anda harus mendapatkan hasil terbaik," ujar Dovizioso.
"Kami sangat bekerja keras dalam dua tahun terakhir dan kami benar-benar menciptakan motir yang bagus dan kehilangan poin seperti ini tidak dapat diterima. Saya tidak tahu Iannone ada di sana atau Valentino Rossi pada lap terakhir. Tetapi, saat saya mengalami kecelakaan, saya tahu Iannone yang melakukan. Saya bisa membayangkan hal ini terjadi," tambahnya.
Meski gagal di Argentina, Dovizioso tidak patah arang. Ia pun bertekad untuk meraih hasil positif pada balapan seri ketiga di Austin, Minggu 10 April mendatang.
"Akhir pekan ini sangat sulit bagi semua orang. Kami mampu mengatasi situasi, kami sangat kompetitif di kualifikasi dan dalam sirkuit. Saya bisa finis di urutan kedua pada balapan," kata Dovizioso.
"Saya bisa melewati Rossi. Saya yakin bisa mendapatkan hasil-hasil positif pada lomba berikutnya. Austin adalah trek sangat bagus dan kami harus bisa melaju dengan kecepatan berbeda," tutupnya. (Crash)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News