Jorge Lorenzo, Andrea Dovzioso dan Andrea Iannone (Foto: AFP)
Jorge Lorenzo, Andrea Dovzioso dan Andrea Iannone (Foto: AFP)

Lorenzo Resmi ke Ducati

Lorenzo Resmi ke Ducati, Siapa yang Terbuang?

A. Firdaus • 19 April 2016 14:08
medcom.id, Jakarta: Tak bisa disangkal, hengkangnya Jorge Lorenzo bisa membuat kondisi di dalam tubuh Movistar Yamaha agak tenang, jika ditilik dari friksi yang melibatkan Lorenzo-Valentino Rossi belakangan ini. Tapi keputusan Lorenzo memilih Ducati bakal menimbulkan masalah baru, yaitu suasana yang kurang kondusif bagi Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone.
 
Sebab dengan masuknya Lorenzo pada balapan tahun depan, mau tidak mau Ducati harus membuang salah satu dari mereka. Meski demikian, keputusan bakal dianalisis lebih lanjut oleh pabrikan asal Italia tersebut.
 
Dovizioso sendiri mengaku tak khawatir andai Lorenzo benar-benar bergabung ke Ducati. Dia juga tak percaya dengan beberapa rumor yang menyebut kalau keputusan Ducati bakal ditentukan dengan nilai poin yang diraih kedua pembalapnya pada musim ini.

“Apa pun keputusan Ducati saya bisa menerimanya. Orang-orang di Ducati tahu apa yang terjadi dalam empat tahun terakhir. Jika mereka memilih saya bertahan, itu karena cara saya bekerja. Jika mereka tidak mempertahankan saya, itu tidak masalah,” ucap Dovizioso mengutip Autosport.
 
"Saya juga tidak berpikir Ducati harus memutuskan masa depan pembalapnya hanya dengan poin. Kedua saya pikir Ducati bakal berpikir cerdas untuk menganalisis setiap pembalapnya dan mencoba untuk memahami apa yang mereka (Ducati) butuhkan di masa depan. Jadi ini bukan hanya tentang kecepatan dan hasil," terangnya.
 
Lain halnya dengan apa yang dikatakan Iannone mengenai bergabungnya Lorenzo ke Ducati. Pembalap asal Italia itu lebih berharap bertahan dan bisa satu tim dengan Lorenzo.
 
“Jika dia datang dan saya masih di Ducati bersamanya, saya pikir kami akan membentuk tim yang sangat bagus karena kami punya gaya membalap yang mirip, sesuatu yang tak pernah terjadi dengan Dovizioso. Apalagi, mempunyai rekan setim yang punya gaya membalap sama dengan Anda, itu akan sangat membantu," ujar Iannone kepada Marca beberapa waktu lalu.
 
Terlepas dengan tanggapan kedua pembalap tersebut, Ducati enggan memberikan statement siapa yang akan menjadi tumbal kedatangan Lorenzo.
 
Selain itu keputusan Ducati merekrut Lorenzo di awal musim, tentu menyulut api persaingan yang terjadi antara Dovizioso dan Iannone. Bahkan aksi 'saling sikut' keduanya sudah tercermin ketika GP Argentina lalu.
 
Iannone yang tampil agresif di awal balapan, membuat Dovi terjatuh ketika ia hendak menyalip untuk merebut posisi kedua dari rekannya. Apesnya, insiden itu terjadi pada lap terakhir jelang finis.
 
Jadi siapapun yang akan menjadi 'tumbal' dari kedatangan Lorenzo, tentu ini akan menjadi keputusan berat buat Ducati.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan