Memilih ban yang salah membuat Marquez sempat melebar ke gravel pada lap ke-10. Akan tetapi, untungnya ia tak jatuh dan bisa melanjutkan balapan. Akhirnya, ia malah berhasil juara setelah melakukan taktik yang jitu sesaat setelah lintasan berubah kering dari awalnya basah.
"Pada awal balapan saya memilih ban depan yang salah. Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa memakai ban ekstra lembut dan kemudian saya ubah saat-saat terakhir untuk menggunakan ban ekstra lembut, tapi tidak cocok dengan gaya membalap saya," ujar Marquez seperti dilansir GP Update.
"Itulah alasan saya berjuang banyak dengan ban depan yang awalnya saya paki dan saya melakukan kesalahan besar di tikungan kedelapan yang membuat saya saya melebar," lanjutnya.
Taktik luar biasa dilakukan Marquez pada lap ke-16 ketika mengganti motor saat lintasan menjadi kering. Mengganti motor lebih awal membuat ia yang tadinya berada di posisi kesembilan, menyodok ke peringkat satu.
"Lalu saya melihat bahwa trek mulai kering saya berkata 'oke itu akan menjadi tanda dimulainya loba, tapi kapan saat terbaik untuk mengubah motor', ini selalu menjadi tanda tanya bagi setiap pengendara," ujarnya lagi.
"Namun, kemudian saya mengambil risiko seperti saya terlihat jauh dari posisi pertama, jauh dari podium," katanya.
Kemenangan Márquez ini membuat ia melebarkan selisih saingan terberatnya, Jorge Lorenzo menjadi 48 poin. Sementara itu, ia unggul 59 poin dari Valentino Rossi yang berada di peringkat ketiga.
"Saya memenangi banyak poin, jujur pada ??bagian pertama ini mungkin saya bukan pembalap tercepat di trek, tapi saya paling konstan di antara saingan terberat saya," pungkas Marquez.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News