Presiden LaLiga Spanyol Javier Tebas berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (Foto oleh OSCAR DEL POZO / AFP)
Presiden LaLiga Spanyol Javier Tebas berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (Foto oleh OSCAR DEL POZO / AFP)

Real Madrid

Real Madrid Tuntut Javier Tebas Mundur dari Kursi Kepemimpinan LaLiga

Alfa Mandalika • 17 Oktober 2026 12:48
Ringkasnya gini..
  • Real Madrid kembali mendesak Presiden LaLiga Javier Tebas mundur setelah ia membandingkan strategi komunikasi klub terkait wasit dengan teknik propaganda Joseph Goebbels pada era Nazi Jerman.
  • Tebas menyatakan perbandingan itu merujuk pada teknik propaganda, bukan ideologi.
  • Real Madrid menilai pernyataan tersebut menunjukkan kurangnya netralitas dan memperpanjang perselisihan antara kedua pihak.
Jakarta: Real Madrid kembali menuntut Presiden LaLiga, Javier Tebas, mengundurkan diri setelah ia membandingkan upaya klub mendiskreditkan wasit dengan teknik propaganda rezim Nazi Jerman. Perseteruan tersebut kembali memanaskan hubungan antara raksasa Spanyol itu dan pengelola kompetisi sepak bola tertinggi di Spanyol.
 
Tebas sebelumnya meluapkan kekesalannya melalui unggahan panjang di media sosial pada Jumat. Ia mengkritik saluran televisi resmi Real Madrid yang dinilai terus menyampaikan narasi bahwa keputusan wasit merugikan peluang klub untuk meraih kemenangan.
 

Tebas Singgung Madrid Gunakan Metode Propaganda Nazi


Dalam unggahannya, Tebas menyamakan pola komunikasi Real Madrid dengan teknik propaganda Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Jerman Nazi pada masa Perang Dunia II. Ia menilai klub menggunakan narasi berulang untuk memperkuat kecurigaan terhadap perangkat pertandingan.
 
"Para eksekutif Real Madrid memiliki orkestra juru bicara dan Real Madrid yang memimpinnya," tulis Tebas.
   

"Naskahnya selalu sama, memilih tindakan yang menguntungkan mereka, mengulang-ulang tuduhan penghinaan, meningkatkan kecurigaan, dan menyebut nama musuh. Ini mengingatkan kita pada teknik propaganda yang digunakan Goebbels," tambahnya.
 
Tebas kemudian menegaskan bahwa perbandingan tersebut merujuk pada teknik komunikasi, bukan ideologi Nazi ataupun para pendukung Real Madrid.
 
"Perbandingan ini dilihat dari segi teknik, bukan ideologi atau, tentu saja, dengan para penggemar Madrid," tutupnya.
 

Real Madrid Sebut Tebas Tidak Layak Pimpin LaLiga

 
Real Madrid merespons pernyataan tersebut dengan kembali mendesak Tebas meninggalkan jabatannya. Klub yang dipimpin Florentino Pérez itu menilai komentar sang presiden LaLiga menunjukkan kurangnya netralitas dan sikap yang tidak sesuai dengan tanggung jawab kelembagaannya.
 
"Perilaku Javier Tebas yang berulang kali menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan ketidakberpihakan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab kelembagaannya," demikian pernyataan Real Madrid.
   

Klub berjuluk Los Blancos itu juga menilai serangan Tebas terhadap mereka yang menuntut transparansi dan pembaruan dalam sepak bola Spanyol telah melampaui batas.
 
"Serangannya yang terus-menerus terhadap Real Madrid dan mereka yang menuntut transparansi dan regenerasi, menurut pandangan klub kami, merupakan momok nyata bagi sepak bola Spanyol."
 
Perselisihan antara kedua pihak bukan kali pertama terjadi. Tebas dan Pérez telah beberapa kali terlibat konflik selama bertahun-tahun, terutama terkait tata kelola sepak bola Spanyol dan kritik terhadap keputusan perangkat pertandingan.

(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan