Dilansir dari The Athletic, Barcelona sebenarnya berhasil mencatat pendapatan lebih dari €1 miliar pada musim lalu. Pencapaian itu membuat mereka menjadi klub kedua setelah Real Madrid yang mampu melewati angka tersebut.
Namun, tingginya pendapatan belum cukup untuk membawa Barcelona mencatat keuntungan. Manajemen klub tetap membukukan kerugian setelah pajak sebesar €17,8 juta.
Kondisi tersebut membuat Barcelona harus melakukan berbagai langkah efisiensi di tengah proyek renovasi stadion dan tingginya beban gaji pemain. Di lapangan, Barcelona mampu mempertahankan gelar La Liga selama dua musim beruntun di bawah arahan Hansi Flick.
Namun, masalah arus kas dan kewajiban pembayaran transfer pemain serta pembiayaan proyek masih menjadi tantangan bagi Presiden Barcelona, Joan Laporta.
Beban Gaji dan Operasional Tinggi
Meski rasio gaji terhadap pendapatan Barcelona berada di angka 56 persen, total anggaran gaji klub mencapai €574 juta pada musim 2024/2025. Dari jumlah tersebut, €421,6 juta digunakan untuk membayar pemain tim utama putra dan tim muda.
Anggaran tersebut lebih dari enam kali lipat rata-rata pengeluaran gaji klub La Liga di luar Real Madrid dan Atletico Madrid. Kondisi ini menunjukkan besarnya beban finansial yang harus ditanggung Barcelona untuk menjalankan tim.
Biaya operasional klub juga mencapai lebih dari €350 juta per tahun. Pengeluaran untuk menjalankan tim utama putra menjadi salah satu faktor terbesar yang mendorong tingginya beban keuangan Barcelona.
Keterlambatan Pembayaran Transfer dan Belanja Pemain
Masalah keuangan Barcelona juga terlihat dari kewajiban pembayaran transfer pemain. Meski klub sempat menekan pengeluaran bersih untuk transfer dalam beberapa musim terakhir, kewajiban pembayaran kepada klub lain masih cukup besar.
Utang bersih Barcelona yang berkaitan dengan transfer pemain mencapai €82,3 juta. Jumlah tersebut termasuk €34,4 juta yang masih harus dibayarkan kepada RB Leipzig untuk transfer Dani Olmo dan €19 juta kepada Leeds United untuk Raphinha.
Barcelona juga tetap aktif mendatangkan pemain pada bursa transfer terbaru. Klub mengeluarkan €69 juta untuk Anthony Gordon, €60 juta untuk Rodri, €22 juta untuk Karim Adeyemi, €10 juta untuk Gabriel Jesus, dan €8,5 juta untuk Jesse Bisiwu.
Di sisi lain, Barcelona mendapatkan €50 juta dari penjualan Ferran Torres ke Paris Saint-Germain. Namun, pemasukan tersebut belum cukup untuk menutup total pengeluaran klub di bursa transfer.
Restrukturisasi Utang dan Proyek Espai Barca
Salah satu tantangan terbesar Laporta adalah menyelesaikan proyek Espai Barca. Proyek pembenahan kawasan olahraga Barcelona tersebut diharapkan dapat menghasilkan tambahan pendapatan hingga €250 juta per tahun setelah selesai.
Namun, Barcelona saat ini harus mengeluarkan hampir €100 juta per tahun untuk membayar bunga pinjaman. Beban tersebut semakin menekan kondisi keuangan klub.
Untuk musim 2026/2027, Barcelona memperkirakan anggaran gaji kembali meningkat menjadi €648,9 juta. Pada saat yang sama, klub menargetkan pendapatan mencapai €1,1 miliar.
Karena itu, kemampuan Barcelona melakukan refinancing, atau pembiayaan kembali utang dengan skema dan bunga yang lebih menguntungkan, menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondisi keuangan klub dalam jangka panjang.
(Ahmad Raul)