Real Madrid tiba dengan nahkoda baru Álvaro Arbeloa yang akan menjalani El Clásico pertamanya sebagai pelatih, di kandang historis yang kembali dibuka setelah 1.148 hari.
El Clásico Kembali ke Camp Nou
Ada aura berbeda yang menyelimuti laga malam ini. Bukan sekadar soal titel La Liga yang menggantung di ujung tanduk, melainkan karena El Clásico kembali digelar di tempat asalnya: Spotify Camp Nou, markas bersejarah FC Barcelona.
Dua El Clásico kandang terakhir Barcelona dimainkan di Estadi Olímpic Lluís Companys di Montjuïc, stadion sementara selama proses renovasi besar-besaran Camp Nou. Pertandingan terakhir El Clásico yang digelar di Camp Nou terjadi pada 19 Maret 2023. Dengan malam ini, jeda selama 1.148 hari pun akhirnya berakhir.
Rekor Positif Barcelona
Kembalinya Camp Nou sebagai arena El Clásico bukan hanya soal nostalgia. Dalam konteks performa kandang Barcelona melawan Real Madrid, ada tren positif yang patut dicatat.
Barcelona memenangkan dua dari tiga El Clásico kandang terakhir mereka di La Liga, sebuah tren yang dua kali lebih produktif dibandingkan dengan tujuh pertandingan sebelumnya sebagai tuan rumah, di mana mereka hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga.
Dengan Camp Nou kembali menjadi arena, faktor kandang yang sesungguhnya kini hadir kembali.
12 El Clásico Beruntun Selalu Ada Pemenang
Satu fakta yang menarik perhatian sekaligus membuat laga ini semakin dramatis, dalam 12 pertemuan terakhir Barcelona dan Real Madrid, tidak satu pun yang berakhir imbang. Selalu ada pemenang.
Catatan 12 laga beruntun tanpa imbang ini menjadi rekor terpanjang El Clásico di abad ke-21. Satu-satunya rentetan serupa yang lebih panjang terjadi pada era berbeda: antara 1977 dan 1986, ketika kedua tim bermain 18 laga berturut-turut tanpa berbagi poin.
Artinya, jika Barcelona butuh hasil imbang untuk menjadi juara, mereka harus memecahkan tren yang sudah berjalan sangat lama.
Flick Berpeluang Samai Rekor Pep Guardiola
Di luar urusan gelar, laga malam ini juga menyimpan dimensi personal yang menarik bagi pelatih Barcelona, Hansi Flick. Pelatih asal Jerman itu sedang berjalan menuju catatan historis yang hanya pernah dicapai satu nama besar sebelumnya.
Jika Flick berhasil memenangkan El Clásico malam ini, ia akan menjadi pelatih kedua sepanjang sejarah yang memenangkan dua El Clásico kandang pertamanya bersama Barcelona.
Satu-satunya pelatih yang melakukannya sebelumnya adalah Pep Guardiola pada 2010, yang bahkan meraih tiga kemenangan beruntun di Camp Nou dalam El Clásico perdananya.
Efektivitas Blaugrana di La Liga
Jika ada satu hal yang mendefinisikan Barcelona musim ini, itu adalah ketajaman lini serang mereka yang nyaris tanpa henti. Blaugrana kini mencetak gol dalam 54 pertandingan La Liga secara beruntun.
Catatan 54 laga beruntun tanpa absen mencetak gol menjadikan Barcelona sebagai pemegang rekor aktif terpanjang di antara seluruh klub dari lima liga top Eropa saat ini.
Lebih mencengangkan lagi, musim ini Barcelona meraih kemenangan sempurna di semua 17 laga kandang mereka di La Liga, tanpa satu pun kekalahan atau bahkan hasil imbang.
Rekor Tandang Negatif Los Blancos
Di sisi tamu, Real Madrid datang ke Barcelona dengan catatan tandang yang kurang meyakinkan belakangan ini. Tren performa jauh dari kandang mereka menunjukkan kerentanan yang belum tuntas diatasi.
Real Madrid menelan dua kekalahan dalam lima laga tandang terakhirnya, jumlah yang sama dengan total kekalahan yang mereka bukukan dalam 17 laga tandang sebelumnya.
Penurunan ketangguhan di luar kandang ini menjadi sinyal peringatan, terlebih mereka kini harus bertandang ke Spotify Camp Nou yang musim ini berstatus kandang nyaris tidak terkalahkan.
Debut Arbeloa di El Clásico Sebagai Pelatih
Satu dimensi yang membuat malam ini memiliki warna tersendiri adalah kehadiran Álvaro Arbeloa di bangku cadangan Real Madrid. Pria yang semasa aktif bermain kerap menjadi bagian dari El Clásico itu kini menghadapi laga yang sama dari sudut pandang yang sepenuhnya berbeda.
Selama 16 penampilan El Clásico sebagai pemain Real Madrid, Arbeloa merasakan berbagai skenario, menang, imbang, dan kalah. Kini semua pengalaman itu ia bawa ke bangku teknik, dengan tanggung jawab yang jauh berbeda.
Laga malam ini bukan hanya soal gelar La Liga bagi Barcelona, tetapi juga soal debut bersejarah bagi seorang tokoh yang hidupnya telah lama lekat dengan panggung El Clásico.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News