Alvaro Arbeloa dalam konferensi pers jelang laga melawan Barcelona. (Foto: realmadrid.com)
Alvaro Arbeloa dalam konferensi pers jelang laga melawan Barcelona. (Foto: realmadrid.com)

Real Madrid

Jelang El Clasico, Arbeloa Sebut Ada Pengkhianatan usai Konflik Valverde dan Tchouameni Bocor

Kautsar Halim • 10 Mei 2026 19:21
Ringkasnya gini..
  • Real Madrid menghadapi Barcelona dalam El Clasico La Liga 2025/2026 jornada ke-35 di Stadion Spotify Camp Nou, Senin (11/5) dini hari WIB. Los Blancos wajib menang untuk menunda selebrasi gelar juara liga Blaugrana.
  • Di tengah tekanan laga puncak tersebut, pelatih Álvaro Arbeloa menghadapi gejolak internal setelah perkelahian antara Federico Valverde dan Aurélien Tchouaméni dalam sesi latihan bocor ke media.
  • Arbeloa secara tegas menyebut kebocoran informasi ruang ganti sebagai bentuk pengkhianatan dan tindakan tidak loyal terhadap lambang kebesaran Real Madrid.
Madrid: Pertandingan paling bergengsi di sepak bola Spanyol kembali tersaji. Real Madrid akan bertandang ke Stadion Spotify Camp Nou untuk menghadapi Barcelona dalam laga El Clásico jornada ke-35 La Liga 2025/2026, Senin (11/5) dini hari WIB.
 
Kepentingan Real Madrid dalam laga ini sangatlah jelas, kalah atau seri berarti Barcelona resmi dinobatkan sebagai juara La Liga 2025/2026 lebih awal.
 
Los Blancos hanya memiliki satu opsi, yaitu menang, untuk memperpanjang asa mereka dan menunda pesta juara tuan rumah. Tekanan itu kian terasa berat lantaran kondisi internal skuad sedang tidak kondusif.
 

Insiden Valverde vs Tchouameni


Persoalan bermula dari insiden perkelahian antara Valverde dan Tchouaméni dalam sesi latihan pada Kamis lalu. Valverde dilaporkan mengalami luka sobek akibat insiden itu. Meski keduanya telah berdamai, informasi mengenai kejadian tersebut bocor ke media hanya dalam hitungan jam, dan itulah yang justru membakar kemarahan Arbeloa.

Arbeloa sendiri tidak menyimpan dendam terhadap Valverde maupun Tchouaméni. Ia bahkan memuji sikap profesional dan kedewasaan keduanya dalam menyelesaikan persoalan di antara mereka. Yang menjadi titik amarahnya adalah pihak internal yang memilih membocorkan informasi sensitif tersebut ke luar.
 
Arbeloa juga harus merespons rumor yang beredar bahwa dirinya sudah tidak lagi berkomunikasi dengan Dani Ceballos. Ia menegaskan bahwa apa pun yang terjadi di ruang ganti harus tetap berada di sana.
 
“Saya pernah punya rekan setim yang mengambil tongkat golf lalu memukul pemain lain dengannya. Apa yang terjadi di ruang ganti Real Madrid seharusnya tetap berada di ruang ganti Real Madrid, dan itulah yang paling menyakitkan bagi saya,” ujar Arbeloa seperti dikutip melalui laman resmi klub.
 
“Situasi seperti ini selalu terjadi, tetapi saya tidak membenarkannya. Ini hanya sebuah insiden, dan kami kurang beruntung karena Fede mengalami luka. Itu lebih karena nasib buruk daripada apa yang sebenarnya terjadi. Mereka sudah saling meminta maaf,” lanjutnya.
 

Arbeloa Sebut sebagai Pengkhianatan


Arbeloa tidak ragu menggunakan kata-kata keras untuk mengecam tindakan pembocoran informasi internal tersebut. Ia menegaskan bahwa loyalitas kepada lambang klub adalah harga mati.
 
“Saya ulangi, membocorkan apa yang terjadi di ruang ganti menurut saya adalah pengkhianatan dan tindakan tidak loyal terhadap lambang klub ini,” tegasnya.
 
Namun demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas kebocoran itu. Ia menolak berspekulasi dan menegaskan tidak hendak menuduh siapa pun tanpa bukti.
 
“Tidak, saya tidak bekerja untuk CIA dan saya tidak menuduh para pemain. Ada banyak orang yang terlibat di Real Madrid,” pungkas Arbeloa.
 
(Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan