Mourinho menyampaikan kritik tersebut dalam konferensi pers seusai pertandingan. Ia menyoroti keputusan wasit Miguel Ángel Ortiz Arias yang hanya memberikan kartu kuning kepada Cristian Romero setelah menginjak lutut Jude Bellingham.
Selain itu, Mourinho juga mempersoalkan Lee Kang-in yang lolos dari hukuman setelah melakukan tekel terhadap Federico Valverde. Menurut pelatih berusia 63 tahun itu, kedua insiden tersebut layak diganjar kartu merah.
Mourinho Bawa Bukti Foto
Mourinho bahkan membawa sejumlah foto hasil cetak dari kedua insiden tersebut ke ruang konferensi pers. Ia menunjukkan gambar pelanggaran kepada para jurnalis sebelum melontarkan kritik terhadap Ortiz Arias dan Daniel Trujillo Suárez yang bertugas sebagai Video Assistant Referee (VAR).
“Inti cerita pertandingan ada di sini,” kata Mourinho sambil menunjukkan gambar kedua pelanggaran tersebut.
“Itu dua kartu merah yang jelas. Dengan kesulitan yang kami alami setelahnya dengan 11 lawan 10 pemain. Anda bisa membayangkan bagaimana jadinya selama 50 menit dengan 11 lawan sembilan,” lanjutnya.
Menurut Mourinho, keputusan tersebut memengaruhi jalannya pertandingan sejak awal. Ia menilai jumlah pemain di lapangan dapat memberikan dampak besar terhadap penguasaan dan kontrol permainan.
Mourinho Kritik Komite Wasit
Mourinho turut mengkritik Comité Técnico de Árbitros (CTA), yakni Komite Teknik Wasit Spanyol. Ia mempertanyakan penunjukan Ortiz Arias sebagai pengadil pertandingan dan menyoroti pengalaman internasional sang wasit.
“Ini ulah CTA. Semuanya sangat aneh. Wasitnya (Ortiz Arias), yang berusia 41 tahun, tidak memiliki pengalaman internasional. Saya tidak tahu mengapa dia menjadi wasit. Kasihan sekali dia datang ke sini dan tidak mampu mengatasi tekanan,” ujar Mourinho.
Kekalahan 1-2 tersebut membuat Real Madrid gagal membawa pulang poin dari markas Atlético Madrid. Sementara itu, pernyataan Mourinho mengenai dua keputusan wasit menjadi sorotan seusai pertandingan.
(Muhammad Zaidan Rizky)