Pelatih Espanyol Manolo Gonzales. (Foto: JOSE JORDAN / AFP)
Pelatih Espanyol Manolo Gonzales. (Foto: JOSE JORDAN / AFP)

LaLiga 2025/2026

Pelatih Espanyol Menangis Usai Akhiri Puasa Kemenangan 143 Hari, Ungkap Pamannya Baru Meninggal

Kautsar Halim • 15 Mei 2026 03:26
Ringkasnya gini..
  • RCD Espanyol menang 2-0 atas Athletic Club dan mengakhiri puasa kemenangan selama 143 hari di La Liga.
  • Pelatih Manolo González menangis usai laga dan mengaku sangat terpukul setelah pamannya meninggal dunia di tengah performa buruk tim.
  • Tambahan tiga poin membawa Espanyol naik ke posisi ke-14 klasemen sementara dan menjaga peluang bertahan di La Liga musim depan.
Jakarta: Pelatih RCD Espanyol, Manolo González, tak kuasa menahan air mata setelah Los Pericos mampu menyudahi puasa kemenangan panjang di LaLiga 2025/2026. Sebab, González sempat sangat terpukul setelah sang paman meninggal dunia di tengah buruknya performa tim.
 
Espanyol meraih kemenangan penting usai menundukkan Athletic Club 2-0 pada jornada ke-36 di RCDE Stadium, Kamis (14/5) dini hari WIB. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri rentetan 18 laga tanpa kemenangan yang dialami Los Pericos sepanjang 2026.
 
Tambahan tiga poin juga sangat berarti bagi Espanyol dalam perjuangan menghindari degradasi. Klub asal Catalonia itu kini naik ke posisi ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin.

Usai pertandingan, Manolo González terlihat emosional di pinggir lapangan hingga menitikkan air mata. Ia menyebut beberapa bulan terakhir sebagai periode terburuk dalam hidupnya.
 
"Setelah kematian paman saya, ini menjadi periode terburuk dalam hidup saya," kata González seperti dikutip dari Football Espana.
 
Pelatih asal Spanyol itu juga mengaku tekanan akibat tren negatif Espanyol berdampak besar pada keluarganya. "Saya merasa sangat lega. Banyak orang tidak tahu seberapa besar penderitaan yang kami rasakan selama periode ini," ujar González. 
 

Rentetan Buruk Akhirnya Terputus


Sebelum kemenangan atas Athletic Club, Espanyol tercatat tidak pernah menang selama 143 hari di kompetisi liga. 
 
Mereka sempat tampil menjanjikan pada awal musim dan bersaing di papan atas klasemen. Namun performa Los Pericos menurun drastis pada paruh kedua musim hingga terseret ke papan bawah.
 
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Espanyol untuk keluar dari tekanan sekaligus menjaga peluang bertahan di La Liga musim depan.
 

Dua Laga Penentuan Espanyol


Meski berhasil memutus tren negatif, Espanyol masih belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Persaingan papan bawah LaLiga musim ini masih sangat ketat dengan selisih poin tipis antartim.
 
Espanyol harus menjalani dua pertandingan terakhir musim ini untuk tetap aman di kasta tertinggi sepak bola Spanyol musim depan, yakni dengan melawan Osasuna (18 Mei) dan Real Sociedad (24 Mei). 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan