Kepastian tersebut didapat setelah Cremonese kalah telak dari Como dengan skor 1-4 dan menyudahi kompetisi dengan finis di peringkat ke-18 klasemen akhir.
I Grigiorossi itu hanya mampu mengumpulkan total 34 poin dari 38 laga, tertinggal empat angka dari Lecce yang berada di peringkat ke-17 sebagai batas aman dari zona merah.
Bagi Emil Audero, hasil ini memahat catatan ironis. Penjaga gawang berusia 29 tahun itu kini tercatat sudah dua kali merasakan getirnya terlempar dari kompetisi tertinggi sepanjang berkarier di Italia.
Statistik Emil Audero Bersama Cremonese
Meskipun Emil tampil gemilang dengan membukukan 124 kali penyelamatan penting serta mengemas 11 catatan clean sheet, rapuhnya koordinasi lini pertahanan Cremonese membuat gawangnya tetap bobol sebanyak 50 kali.
Rapuhnya lini belakang yang minim konsistensi akhirnya memaksa Emil kembali memungut bola dari gawangnya sekaligus gagal menyelamatkan tim dari jurang degradasi.
Masa Kelam Bersama Sampdoria
Kegagalan musim ini seolah memutar kembali memori kelam yang dialami Emil Audero pada musim 2022/2023. Saat itu, ia mengalami pengalaman degradasi pertamanya ketika membela Sampdoria, juga dengan status sebagai pemain pinjaman, kala itu dari Inter.
Bersama klub berjuluk Il Samp tersebut, Emil tampil dalam 25 pertandingan dan menorehkan empat kali clean sheet. Namun, performa kolektif Sampdoria yang hancur sejak awal musim membuat mereka terbenam di dasar klasemen sebagai juru kunci.
Sampdoria menutup musim itu dengan hanya meraih 19 poin dan menjadi tim dengan pertahanan terburuk setelah kebobolan total 71 gol, di mana 39 gol di antaranya bersarang saat Emil mengawal gawang.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News