Seperti dilansir Antara dari laman resmi Lega Serie A, pesta kemenangan Como dipastikan lewat brace Lucas Da Cunha serta sumbangan gol dari Jesus Rodriguez dan Anastasios Douvikas. Sementara itu, Cremonese hanya mampu membalas lewat eksekusi penalti Federico Bonazzoli.
Pesta pora Como semakin sempurna setelah di laga lain rival terdekat mereka, AC Milan, tumbang di tangan Cagliari. Hasil tersebut membuat Como sukses mengunci posisi di zona empat besar klasemen akhir Serie A.
Di sisi lain, kekalahan tragis ini membuat Cremonese yang diperkuat kiper keturunan Indonesia, Emil Audero, resmi terdegradasi ke Serie B musim depan.
Emil Audero Sial, Blunder Lini Belakang Buka Keunggulan Como
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka karena sama-sama mengusung misi wajib menang. Como membuka ancaman lebih dulu lewat sundulan striker muda Assane Diao yang masih melenceng tipis dari gawang.
Gempuran bertubi-tubi tim tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36. Berawal dari tusukan tajam Diao di sisi kiri, ia melepaskan umpan silang berbahaya. Kiper Cremonese, Emil Audero, sempat melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola.
Sayangnya, sapuan bek Giuseppe Pezzella justru tidak sempurna dan bola liar langsung disambar oleh Jesus Rodriguez untuk membawa Como memimpin 1-0. Skor ini bertahan hingga turun minum.
Douvikas Menggila, Penalti Jamie Vardy Sempat Beri Harapan
Memasuki babak kedua, Como sama sekali tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Baru enam menit paruh kedua berjalan, gawang Emil Audero kembali bergetar.
Melalui kerja sama apik, Jesus Rodriguez berganti peran menjadi pelayan dengan mengirimkan umpan silang manja ke tiang jauh. Anastasios Douvikas yang berdiri tanpa kawalan langsung melepaskan tap-in mudah untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Cremonese sempat membuka asa untuk bangkit pada menit ke-55. Akselerasi penyerang veteran Jamie Vardy terpaksa dihentikan secara ilegal oleh Jacobo Ramon di kotak terlarang. Federico Bonazzoli yang maju sebagai eksekutor penalti sukses mengecoh kiper Como dan memperkecil kedudukan menjadi 2-1.
Drama VAR dan Kartu Merah Hancurkan Impian Cremonese
Harapan tuan rumah untuk selamat dari degradasi akhirnya benar-benar runtuh pada menit ke-70. Setelah meninjau monitor VAR, wasit menganugerahi kartu merah langsung kepada gelandang Cremonese, Alberto Grassi, sekaligus memberikan hadiah penalti untuk Como.
Lucas Da Cunha yang maju sebagai algojo melepaskan tembakan dingin pada menit ke-74 yang gagal dibendung Emil Audero. Skor berubah 3-1 untuk Como.
Tujuh menit berselang, gelandang asal Prancis tersebut kembali menghadirkan mimpi buruk bagi Cremonese. Memanfaatkan umpan manis dari lini tengah, Da Cunha melepaskan sepakan keras menyusur tanah ke tiang dekat yang mengunci kemenangan Como menjadi 4-1.
Como bahkan nyaris mencetak gol kelima andai gol Sergi Roberto tidak dianulir VAR karena Alvaro Morata sudah berdiri dalam posisi offside.
Pesta Sempurna Como 1907 Menuju Panggung Eropa
Hingga laga usai, keunggulan 4-1 milik Como tetap bertahan. Begitu peluit panjang dibunyikan, seluruh penggawa Como langsung berhamburan merayakan keberhasilan bersejarah ini. Kekalahan AC Milan dari Cagliari membuat perolehan poin Como di zona empat besar sudah tidak mungkin terkejar lagi karena keunggulan head-to-head.
Bagi Como 1907, kelolosan ini menjadi tonggak sejarah baru yang luar biasa sejak klub ini diambil alih oleh pemilik asal Indonesia. Sementara bagi Cremonese dan Emil Audero, hasil ini menjadi kenyataan pahit karena mereka harus turun kasta ke Serie B musim depan.
Klasemen Akhir Liga Italia Serie A 2025/2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News