Lautaro dilaporkan mengalami masalah otot setelah memperkuat Inter saat menghadapi Club Brugge di Liga Champions. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Inter 3-4 tersebut, Lautaro tampil penuh dan mencetak dua gol sebelum menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi Inter yang membutuhkan kontribusi sang kapten untuk menjaga ketajaman lini depan. Lautaro merupakan salah satu pemain kunci Nerazzurri dan memiliki catatan gol yang konsisten sejak musim lalu.
Lautaro Martinez Berpacu dengan Waktu
Lautaro disebut berpotensi melewatkan sekitar tujuh pertandingan akibat cedera tersebut. Jika perkiraan itu terbukti, Inter harus mencari solusi untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan penyerang berusia 29 tahun tersebut, termasuk ketika menghadapi AC Milan dalam laga yang sarat gengsi.
Pada musim lalu, Lautaro menjadi pencetak gol terbanyak Serie A dengan koleksi 17 gol. Ia juga telah mencatatkan enam gol dari tujuh penampilan di berbagai kompetisi pada musim ini.
Catatan itu menunjukkan besarnya peran Lautaro dalam serangan Inter. Absennya sang kapten dapat memengaruhi pilihan pelatih Cristian Chivu dalam menyusun komposisi lini depan, terutama ketika tim menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Inter Siapkan Alternatif Jelang Derbi
Sebelum menghadapi AC Milan, Inter dijadwalkan bertemu Venezia dalam lanjutan kompetisi domestik. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Chivu untuk menguji opsi pemain yang dapat mengisi lini serang apabila Lautaro belum pulih.
Chivu perlu mempertimbangkan kondisi kebugaran pemain sekaligus menjaga keseimbangan tim di tengah kemungkinan absennya sejumlah nama. Inter juga harus memantau perkembangan pemulihan pemain yang masih menjalani pemantauan medis.
Meski demikian, kepastian Lautaro tampil dalam Derbi Milan tetap bergantung pada perkembangan kondisinya. Inter perlu menunggu hasil pemulihan dan evaluasi medis sebelum memastikan ketersediaan sang kapten untuk menghadapi AC Milan.
Bagi Inter, kehilangan Lautaro akan menjadi tantangan besar. Selain berstatus kapten, ia merupakan salah satu tumpuan utama dalam urusan mencetak gol dan memimpin serangan Nerazzurri.
(Muhammad Zaidan Rizky)