Inter langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Namun, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu menembus pertahanan Fiorentina, terutama berkat penampilan solid kiper David de Gea.
Pada menit ke-15, Nicolo Barella melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, bola mengarah ke tengah gawang sehingga mudah diamankan De Gea.
Inter kembali mengancam melalui Marcus Thuram pada menit ke-35. Mendapatkan ruang di dalam kotak penalti, Thuram melepaskan tembakan menyilang ke sudut kiri bawah. De Gea berhasil menggagalkan peluang tersebut menggunakan kakinya.
Menjelang turun minum, Thuram kembali mencoba memecah kebuntuan melalui tembakan keras dari tepi kotak penalti pada menit ke-44. De Gea kembali menunjukkan refleks apik dengan menepis bola menggunakan kedua tangannya. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga jeda.
Fiorentina Unggul Lebih Dulu
Inter meningkatkan tekanan selepas turun minum untuk mencari gol pembuka. Namun, Fiorentina justru berhasil mencuri keunggulan pada menit ke-65 melalui Alejandro Jimenez.
Jimenez melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut kanan atas gawang. Kiper Inter, Ivan Provedel, tidak mampu menjangkau bola sehingga Fiorentina unggul lebih dulu.
Inter terus berupaya mengejar ketertinggalan hingga penghujung pertandingan. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Thuram mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+1 melalui sepakan kaki kiri yang gagal dijangkau De Gea.
Zielinski Bawa Nerrazuri Menang Dramatis
Drama berlanjut pada menit kelima masa tambahan waktu. Inter mendapatkan hadiah penalti setelah Thuram dijatuhkan Victor Valdepenas di dalam kotak terlarang.
Piotr Zielinski maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan De Gea dari titik putih. Gol tersebut memastikan Inter membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan penting di hadapan pendukungnya sendiri.
Kemenangan atas Fiorentina memperpanjang catatan tidak terkalahkan Inter di Liga Italia musim ini. Tim asuhan Cristian Chivu kini mengoleksi 22 poin dari delapan pertandingan dan menempati posisi teratas klasemen sementara.
Inter memiliki jumlah poin yang sama dengan Lazio, tetapi unggul dalam selisih gol. Hasil ini membuat Nerazzurri tetap berada di jalur persaingan gelar pada awal musim 2026/2027.
Sebaliknya, Fiorentina semakin terpuruk setelah gagal mempertahankan keunggulan pada menit-menit akhir. La Viola menempati peringkat ke-18 dengan koleksi empat poin dari delapan pertandingan.
Susunan Pemain Inter Milan Vs Fiorentina
Inter Milan (3-5-2): Ivan Provedel; Akanji, Barella, Bastoni (Dimarco 78'), Yann Bisseck; Hakan Calhanoglu (Zielinski 78'), Carlos Augusto, Andy Diouf, Pio Esposito (Bonny 64'), Mkhitaryan (Sucic 78'); Marcus Thuram.
Fiorentina (4-3-3): David de Gea; Marco Brescianni, Radu Dragusin, Nicolo Fagioli, Alejandro Jimenez (Dodo 75'); Franco Mastantuono (Gnonto 75'), Cher Ndour, Eybi Njie, Mateo Pellegrino, Marin Pongracic (Viery 49'); Victor Valdepenas.
(Muhammad Zaidan Rizky)