Kemenangan atas Parma melanjutkan tren positif Como setelah meraih kemenangan impresif pada debut mereka di Liga Champions. Fabregas menilai hasil tersebut penting karena memberikan gambaran mengenai kedalaman skuad yang dimilikinya.
"Beberapa pemain sangat kelelahan, kami melakukan beberapa perubahan, dan saya menyukai cara pemain lain masuk dari bangku cadangan," kata Fabregas.
Menurut mantan pemain Arsenal tersebut, kemampuan mengandalkan pemain dari bangku cadangan menjadi respons penting bagi Como. Ia mulai mendapatkan gambaran mengenai karakter tim yang ingin dibangunnya.
"Ini adalah respons penting bagi tim, karena artinya saya bisa mengandalkan semua orang. Saya sangat senang dengan performanya. Ini adalah kemenangan penting bagi saya sebagai pelatih, karena saya mulai menyadari tim seperti apa yang bisa kita wujudkan," ujarnya.
Fabregas Soroti Produktivitas Como
Fabregas juga menyoroti efektivitas Como di depan gawang. Ia menyebut timnya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi masih perlu meningkatkan penyelesaian akhir.
"Ada begitu banyak dinamika baru yang harus dihadapi musim ini. Ketika Anda melakukan 31 tembakan ke gawang dan hanya mencetak satu gol, Anda tahu bahwa lawan akan mengubah sesuatu untuk memperkuat pertahanan mereka, dan Anda berisiko kebobolan, yang akhirnya memang terjadi," jelas Fabregas.
Situasi tersebut membuat Fabregas ingin Como memiliki sumber gol tambahan. Salah satu cara yang ingin dikembangkan adalah memaksimalkan kontribusi pemain bertahan melalui situasi bola mati.
Ingin Ikuti Jejak Arsenal
Fabregas kemudian menjadikan Arsenal sebagai contoh. Menurutnya, tim yang mampu mendapatkan gol dari pemain bertahan memiliki keuntungan besar dalam persaingan sepak bola modern.
"Dalam sepak bola modern, sangat penting untuk memiliki pemain bertahan yang mencetak gol. Arsenal memenangkan Liga Primer sebagian besar berkat gol dari pemain bertahan dan dari bola mati. Jika kita menambahkan ini ke kemampuan kita, maka itu akan menjadi keuntungan," ujar Fabregas.
Arsenal memang dikenal memiliki kekuatan dalam situasi bola mati. Pada musim lalu, The Gunners mencetak 25 gol dari skema bola mati, termasuk 19 gol melalui situasi tendangan sudut.
Produktivitas tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu Arsenal menjuarai Premier League 2025/2026. Fabregas berharap Como dapat mengembangkan kekuatan serupa untuk menambah variasi dalam mencetak gol.
Bagi Como, kemampuan memaksimalkan bola mati dan kontribusi pemain bertahan dapat menjadi senjata tambahan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat musim ini.
(Muhammad Zaidan Rizky)