Keputusan ini diumumkan langsung oleh pihak klub setelah Spalletti menandatangani kesepakatan baru pada Jumat 10 April waktu setempat. Perpanjangan ini menegaskan komitmen Juventus untuk menjaga stabilitas tim di tengah hasil yang belum sepenuhnya memuaskan.
Dalam pernyataan resminya, CEO Juventus, Damien Comolli, menegaskan bahwa Spalletti dinilai telah memberikan dampak positif sejak awal kedatangannya.
“Sejak Luciano bergabung, ia langsung membawa pengaruh yang sangat baik bagi tim. Kami percaya stabilitas dan kontinuitas adalah kunci untuk meraih kesuksesan di masa depan,” ujar Comolli, seperti dikutip dari pernyataan resmi klub.
Spalletti sendiri ditunjuk sebagai pelatih Juventus pada Oktober lalu, menggantikan Igor Tudor yang sebelumnya dipecat. Saat itu, ia hanya dikontrak jangka pendek hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan bergantung pada performa tim.
Namun, perjalanan Juventus di musim ini tidak sepenuhnya mulus. Mereka harus tersingkir dari Liga Champions 2025/2026 setelah dikalahkan Galatasaray pada babak play-off fase gugur. Di kompetisi domestik, Juventus juga gagal melangkah jauh usai disingkirkan Atalanta di perempat final Coppa Italia.
Baca juga: Juventus Tempel Ketat Como di Klasemen Usai Bekuk Genoa, Spalletti Semprot Alasan Kelelahan
Meski demikian, performa di liga domestik menjadi salah satu pertimbangan utama. Saat ini, Juventus berada di posisi kelima klasemen sementara Liga Italia, hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions. Posisi ini menunjukkan peningkatan dibanding saat Spalletti pertama kali datang, ketika tim masih tercecer di peringkat ketujuh.
Sejak menangani Juventus, Spalletti tercatat membawa tim meraih 17 kemenangan dari 31 pertandingan di semua kompetisi. Catatan tersebut dinilai cukup untuk meyakinkan manajemen bahwa proyek jangka panjang bersama sang pelatih masih layak dilanjutkan.
Keputusan ini sekaligus menegaskan arah Juventus yang memilih stabilitas di tengah tekanan hasil. Di saat sebagian pihak meragukan, klub justru mengambil langkah berani dengan memperpanjang kepercayaan kepada Spalletti.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kepercayaan tersebut tidak salah dan membawa Juventus kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News