Presiden sekaligus CEO Inter, Giuseppe Marotta (Keempat dari kiri) merayakan keberhasilan Inter Milan juara Liga Italia musim 20252-2026! (Foto: Dok. Inter.it)
Presiden sekaligus CEO Inter, Giuseppe Marotta (Keempat dari kiri) merayakan keberhasilan Inter Milan juara Liga Italia musim 20252-2026! (Foto: Dok. Inter.it)

Inter Juara! Presiden Ungkap Rahasia di Balik Keputusan Krusial Pilih Chivu

Alfa Mandalika • 04 Mei 2026 06:56
Ringkasnya gini..
  • Inter Milan resmi mengunci gelar Scudetto ke-21 usai kemenangan 2-0 atas Parma, Senin 4 Mei dini hari WIB. Euforia pun pecah di San Siro—kembang api menghiasi langit, dan selebrasi besar menegaskan dominasi Nerazzurri musim ini.
  • Di tengah perayaan, Presiden sekaligus CEO Inter, Giuseppe Marotta, akhirnya mengungkap cerita di balik keputusan besar yang sempat diragukan banyak pihak: menunjuk Cristian Chivu sebagai pelatih.
  • Marotta menegaskan bahwa keputusan memilih Chivu bukan tanpa alasan. Meski minim pengalaman sebagai pelatih tim utama, Chivu dinilai memiliki satu kualitas penting: keberanian.
Milan: Inter Milan resmi mengunci gelar Scudetto ke-21 usai kemenangan 2-0 atas Parma, Senin 4 Mei dini hari WIB. Euforia pun pecah di San Siro—kembang api menghiasi langit, dan selebrasi besar menegaskan dominasi Nerazzurri musim ini.
 
Di tengah perayaan, Presiden sekaligus CEO Inter, Giuseppe Marotta, akhirnya mengungkap cerita di balik keputusan besar yang sempat diragukan banyak pihak: menunjuk Cristian Chivu sebagai pelatih.

Pilih Chivu karena Keberanian

Marotta menegaskan bahwa keputusan memilih Chivu bukan tanpa alasan. Meski minim pengalaman sebagai pelatih tim utama, Chivu dinilai memiliki satu kualitas penting: keberanian.
 
“Kami memilih Chivu karena dia punya kualitas krusial yang dibutuhkan pelatih: keberanian.”

Keputusan ini sempat menuai tanda tanya. Namun kini, semua kritik seolah terjawab dengan satu kata: Scudetto.

Mimpi Jadi Nyata untuk Marotta

Bagi Marotta, gelar ini punya makna spesial. Ini adalah Scudetto pertamanya sebagai Presiden Inter.
 
“Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Saya bahkan tidak pernah membayangkannya.”
 
Ia juga memberikan penghormatan kepada para tokoh besar Inter sebelumnya seperti Ernesto Pellegrini, Massimo Moratti, Giacinto Facchetti, hingga Steven Zhang yang dianggap punya peran penting dalam perjalanan klub.

Kepercayaan yang Dibayar Lunas

Salah satu poin penting yang ditekankan Marotta adalah kepercayaan penuh kepada pelatih.
 
Di saat banyak klub mudah mengganti pelatih saat hasil tak sesuai harapan, Inter justru memilih bertahan.
 
“Saya tidak pernah memecat pelatih di tengah musim. Pelatih harus didukung.”
 
Keputusan ini terbukti tepat. Setelah melewati fase sulit di awal musim, Inter justru semakin solid dan menunjukkan mental juara.

Fondasi Tim dan Masa Depan Inter

Marotta juga menyinggung arah masa depan klub. Inter akan tetap mempertahankan fondasi kuat yang sudah dibangun, terutama dengan inti pemain Italia.
 
Namun, ia juga membuka peluang mendatangkan pemain asing berpengalaman yang membawa mental juara.
 
“Kami tahu apa yang harus dilakukan ke depan.”

Dari Spekulasi ke Dominasi

Apa yang awalnya dianggap perjudian kini berubah menjadi kisah sukses.
 
Dari pelatih yang diragukan…
menjadi arsitek juara.
 
Dari keputusan berisiko…
menjadi sejarah baru.
 
Dan bagi Inter, Scudetto ke-21 bukan hanya soal trofi—tapi bukti bahwa keberanian bisa mengubah segalanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan