Musim ini terasa spesial. Bukan sekadar gelar, tapi juga cerita luar biasa dari seorang Chivu yang sukses mencatat sejarah baru. Setelah sebelumnya tiga kali meraih Scudetto sebagai pemain, kini ia melengkapinya sebagai pelatih—dan langsung pada musim pertamanya.
Prestasi ini menjadikan Chivu sebagai salah satu figur langka dalam sejarah Inter. Sebelumnya, hanya Armando Castellazzi (1930 dan 1938) yang mampu meraih Scudetto sebagai pemain sekaligus pelatih klub.
“Saya sudah menjadi bagian dari sejarah Inter bahkan sebelum ini,” ujar Chivu sambil tersenyum dikutip Inter.it.
Transformasi Sukses Chivu
Perjalanan Chivu sebagai pelatih tak selalu mulus. Inter sempat menghadapi keraguan, bahkan ejekan dari berbagai pihak yang meragukan kemampuan tim musim ini. Namun, justru di situlah mental juara mereka teruji.Chivu menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras tim yang mampu bangkit dari tekanan. “Musim ini seperti maraton. Ada naik dan turun, tapi yang paling konsistenlah yang menang. Dan kami berhasil melakukannya.”
Momen krusial terjadi pada awal tahun. Antara Januari hingga Februari, Inter mulai menunjukkan konsistensi sebagai kandidat kuat juara. Meski sempat terpukul oleh kegagalan di Liga Champions dan kekalahan di derby, mereka tetap mampu bangkit.
Sentuhan Taktik dan Pendekatan Humanis
Di balik kesuksesan Inter, ada sentuhan khas Chivu yang menggabungkan pendekatan taktik modern dengan sisi humanis. Ia tak segan beradaptasi dengan situasi pertandingan—mulai dari penggunaan double pivot, rotasi posisi, hingga permainan umpan pendek saat ditekan lawan.Namun yang paling menonjol adalah pendekatannya sebagai pelatih.
“Kadang pemain butuh ketegasan, kadang juga butuh dukungan,” ungkapnya.
Chivu juga mengakui bahwa pengalaman pribadinya di masa lalu membentuk cara pandangnya saat ini—lebih empatik, lebih manusiawi, dan jauh dari ego.
Lebih dari Sekadar Gelar
Bagi Chivu, Scudetto ini bukan hanya soal trofi, tapi juga tentang perjalanan, pembuktian, dan kebersamaan.Ia bahkan dengan santai mengaku sempat “kabur” ke ruang ganti untuk merokok di tengah euforia—sebuah momen kecil yang menunjukkan sisi manusiawinya di balik tekanan besar sebagai pelatih.
“Saya bahagia untuk para pemain, klub, dan fans. Mereka pantas merasakan momen ini.”
Warisan Baru Dimulai
Kesuksesan ini bukan hanya menambah koleksi trofi Inter, tapi juga membuka babak baru dalam karier kepelatihan Chivu. Dari seorang bek tangguh, kini ia menjelma menjadi pelatih juara yang siap menulis sejarah lebih panjang.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News