Hargai Proses Belajar
Amorim meyakini bahwa dirinya adalah sosok yang paling tepat untuk memimpin tim Milan saat ini. Faktor utamanya tidak lepas dari gaya bermain yang ia usung serta pengalamannya menangani klub-klub elite Eropa."Milan mendatangkan saya karena mereka merasa saya adalah sosok yang tepat karena cara tim saya bermain. Saya pikir mereka mendatangkan saya bukan cuma karena rekam jejak saya, tapi juga pengalaman saya bersama tim top seperti Manchester United," kata Amorim kepada Football Italia.
"Mereka paham bahwa saya siap untuk pekerjaan ini, bukan cuma karena sukses saya di masa lalu, tapi juga karena kegagalan saya. Saya pikir hal-hal itu membantu saya untuk mendapatkan pekerjaan ini," jelasnya.
Refleksi dari Kegagalan di Manchester United
Amorim juga yakin dirinya telah mengambil banyak pelajaran dari kegagalannya sebagai pelatih MU. Pelatih asal Portugal itu percaya bahwa manajemen Milan menghargai hal tersebut sehingga memberinya kepercayaan penuh."Sulit untuk menunjuk satu hal yang menyebabkan saya gagal di MU, tapi hal terpenting adalah saya tahu saya melakukan banyak kesalahan. Ketika saya bisa bercermin dari kegagalan dan memahami bahwa itu bukan cuma kesalahan klub tapi juga saya, saya pikir itu membuat saya jadi pelatih yang lebih baik," bebernya.
Baca juga: Tolak Tawaran Timnas Italia, Ancelotti Tegaskan Komitmen Bersama Brasil
Hormati Sejarah Milan
Meski bangga pernah membesut klub sebesar MU, fokus Amorim kini sepenuhnya tertuju pada San Siro. Untuk memahami kultur dan tradisi kuat AC Milan, ia bahkan telah berdiskusi langsung dengan para legenda klub seperti Daniele Massaro dan Franco Baresi."Saya sangat bangga bisa melatih Manchester United tapi sekarang saya di Milan. Saya berbicara dengan beberapa orang seperti Massaro dan Baresi, itu adalah hal terpenting yaitu memahami klub seperti apa yang saya latih dan sejarah klub ini," tegasnya.
Jaga Identitas Milan
Bagi Amorim, melatih AC Milan bukan sekadar memenangkan pertandingan di lapangan hijau, melainkan juga menjaga kehormatan kota Milano yang dikenal sebagai pusat mode dunia. Karena itu Amorim bertekad membawa Milan memainkan sepak bola yang atraktif dan merepresentasikan kota Milan di luar lapangan."Milan adalah kota mode jadi saya perlu merepresentasikan kota ini dengan cara terbaik. Kami perlu menghormati sejarah klub ini dan caranya bukan cuma dengan gaya main tapi juga cara saya merepresentasikan kota ini," paparnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda